SATU ADAT TIGA AGAMA

DINAMIKA TOLERANSI AGAMA DAN BUDAYA MASYARAKAT SUKU TENGGER NGADAS

Authors

  • Muhammad Nur Prabowo Setyabudi

DOI:

https://doi.org/10.14203/jmb.v24i2.1560

Keywords:

Keywords: tolerance, Tengger, Ngadas, Islam, custom.

Abstract

This article discusses the dynamics of tolerance of the Tenggerese people in Ngadas Malang, East Java, especially those carried out by the Muslim Tenggerese group. The author uses the theory of tolerance based on the critical paradigm to unravel and analyze the practice of tolerance among the Tenggerese. The influence of Islamization and the government's religious politics had changed the face of the Tenggerese in Ngadas to be more heterogeneous: “one custom, three religions”, and a “golden triangle” relationship exists between Islam, Buddhism, and Hinduism. In the midst of their heterogeneity, the Muslim Tenggerese still maintain a culture of tolerance, both religious tolerance related to their response to the religious diversity, and cultural one, related to the response to the cultural traditions and local wisdom. Both run dynamically, along with the social changes due to the process of the "Islamization" on the one hand and "Tenggerization" on the other. In general, the interaction of the Tengger Muslim community reflects "co-existential tolerance". However, coexistence in the context of cultural tolerance is not more stable than the religious one.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A, dkk. (2009) Metodologi Penelitian Agama: Pendekatan Multidisipliner. UIN: Lembaga Penelitian UIN Sunan Kalijaga.

Agregasi BBC Indonesia (2018). “Toleransi Suku Tengger di Kaki Gunung Bromo Patut Diacungi Jempol” dalam Toleransi Suku Tengger di Kaki Gunung Bromo Patut Diacungi Jempol : Okezone News, diakses pada 08/01/2022 pukul 17.07.

Ardiansyah, F. (2020). “Belajar Merawat Kebhinekaan dari ‘Desa Atas Awan’ Ngadas: Potret Toleransi dari Lereng Bromo-Semeru”, dalam https://jatim.idntimes.com/news/jatim/ardiansyah-fajar/belajar-merawat-kebhinnekaan-dari-desa-atas-awan-ngadas/1, diakses pada 08/01/2022 pukul 14.37.

Azra, Azyumardi (2015). “Toleransi Agama untuk Persatuan Negara-Bangsa Indonesia” (LIPI Sarwono Memorial Lecture). LIPI Press.

Burhani, A.N. (2010). Muhammadiyah Jawa. Jakarta: Al-Wasat Publishing.

Burhani, A.N. (2017). “Geerz’s Trichotomy of Abangan, Santri, and Priyayi: Controversy and Continuity”. Journal of Indonesian Islam. Vol. 11. No. 02. 2017,329-349.

Forst, R. (2013). Toleration in Conflict: Past and Present. Cambridge: Cambridge University Press.

Geertz, C. (2014). Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa. Depok: Komunitas Bambu.

Halimatusa’diah (2020) “Menyama Braya, Tradisi Ngejot, dan Tat Twam Asi: Modal Sukses Menciptakan Kerukunan Umat Beragama di Bali” dalam Dilema Minoritas di Indonesia: Ragam, Dinamika, dan Kontrovers. Jakarta: Gramedia.

Haryanto, J.T. (2014). “Kearifan Lokal Pendukung Kerukunan Beragama Pada Komunitas Tengger Malang Jatim (Local Wisdom Supporting Religious Harmony in Tengger Community, Malang, East Java, Indonesia)”. Jurnal Analisa Vol. 21 No. 02 Desember 2014, 201-213

Hasyim, M.F., Channa AW, L. Mufid, M. (2020). “The Walagara Marriage Ritual: The Negotiation between Islamic Law and Custom in Tengger. JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM. Volume 14, Number 01, June 2020, 139-162.

Hisyam, M. & Setyabudi, M.N.P. (ed.) (2021). Globalisasi dan Transformasi Sosial Budaya. Jakarta: Kompas.

Hefner, R. (1999). Geger Tengger: Perubahan Sosial dan Perkelahian Politik. Yogyakarta: LKiS.

Hefner, R (1983). “Ritual and Cultural Reproduction in non-Islamic Java”, American Ethnologist, Vol. 10, No. 4 (Nov., 1983), pp. 665-683.

Maksum, A. (2015). “Politik Identitas Masyarakat Tengger Dalam Mempertahankan Sistem kebudayaan dari Hegemoni Islam dan Kekuasaan”. Jurnal el Harakah Vol.17 No.1 Tahun 2015, 18-35.

NewMalangPos (2021). “Toleransi Beragama. Warga Muslim Bantu Pengamanan dan Penutupan Jalan Untuk Umat Hindu Tengger Bromo Nyepi” dalam https://newmalangpos.id/toleransi-beragama-warga-muslim-bantu-pengamanan-dan-penutupan-jalan-untuk-umat-hindu-tengger-bromo-nyepi diakses 10/01/2022 pukul 00.38.

Qurtuby, S. Al & Kholiludin, T. (ed.) (2020). Agama dan Budaya Nusantara Pasca Islamisasi. Semarang: Elsa.

Rohman, N.N. (2018). “Berdampingan dengan Leluhur di Masa Depan: Historisitas, Lanskap, dan Artikulasi Identitas Masyarakat Tengger Senduro”. Masyarakat Indonesia: Majalah Ilmu-Ilmu Sosial di Indonesia. Vol. 44. No. 2. 2019, 76-87.

Saat, N. & Burhani, A.N. (ed.) (2020). The New Santri: Challenges to Traditional Religious Authority in Indonesia. Singapore: ISEAS.

Sandjaya, R. (2018). “Belajar Toleransi dari Suku Tengger” dalam https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/07/19/belajar-toleransi-dari-suku-tengger diakses 10/01/2022 pukul 00.15

Setyabudi, M.N.P. (2020). “Konsep dan Matra Konsepsi Toleransi dalam Pemikiran Rainer Forst”. Jurnal Filsafat Indonesia, Vol 3 No 3 Tahun 2020, 81-94.

Setyabudi, M.N.P. (2020). “Penguatan Toleransi bagi Pemajuan Budaya Keagamaan: Studi Atas Praktik Toleransi Agama di Puja Mandala Bali”. HARMONI. Vol. 19. No. 2, 2020, 274-296.

Setyabudi, M.N.P. dkk. (2021). Harmoni dalam Keragaman: Jejak Budaya Toleransi di Manado, Bali, dan Bekasi. Jakarta: Pustaka Obor.

Sila, M.A. (2020). “Revisiting NU-Muhammadiyah in Indonesia: The accommodation of Islamic reformism in Bima”. Indonesia and the Malay World. DOI:10.1080/13639822.2020.1823150.

Tirtosudarmo, R.T. (2020). “Jawa, Islam, dan Nusantara: Memposisikan Agama dalam Keragaman Budaya” (Book Review). Islam Nusantara: Journal for the Study of Islamic History and Culture. Vol. 2. No. 1. 2021, 113-125.

Widianto, E. (2018a). “Kisah Toleransi dari Kaki Bromo” dalam https://www.terakota.id/kisah-toleransi-dari-kaki-bromo/ diakses pada 08/01/2022 pukul 14.00

Widianto, E. (2018b). “Menutup Ramadhan di Lereng Gunung Bromo” dalam Menutup Ramadan di Lereng Gunung Bromo - Terakota diakses pada 08/01/2022 pukul 14.15

Widianto, E. (2018c). “Kisah Toleransi Suku Tengger di Kaki Gunung Bromo”, dalam Kisah Toleransi Suku Tengger di Kaki Gunung Bromo (viva.co.id) diakses pada 08/01/2022 pukul 14.32.

Published

2022-09-21

Most read articles by the same author(s)