MENGGALI KONSEP FILOSOFIS MBARU GENDANG SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS DAN PUSAT KEBUDAYAAN MASYARAKAT MANGGARAI, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR

Authors

  • Mathias Adon Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana Malang

DOI:

https://doi.org/10.14203/jmb.v24i2.1616

Keywords:

Manggarai Culture, Mbaru Gendang, Local wisdom

Abstract

This study focuses on efforts to understand the philosophical concept of the mbaru gendang as a symbol of identity and the center of Manggarai culture. This study aims to explore the values of local wisdom contained in the symbols, forms, and functions of the mbaru gendang. This research is motivated by an awareness of the wisdom values contained in the form and structure of the new Manggarai drum culture so that it can be used as beautiful philosophical thoughts for Indonesian philosophy that is sustainable throughout time. The method used is observation and literature study. This study found that the symbols and shapes of the mbaru gendang have very high cultural philosophical values. So this research contributes to the exploration of the wealth of wisdom of the mbaru gendang so that it becomes a philosophical presentation that can be actualized in the daily life of the Indonesian people. Besides that, this research is an attempt to promote the mbaru gendang as a symbol of identity and cultural center of the Manggarai community.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adon, M. J. (2016). Menyibak Nilai Keadilan Dan Persatuan Dalam Upacara Tente Teno: Sebuah Sistem Pembagian Tanah Ulayat Dalam Budaya Manggarai. Forum: Jurnal Filsafat Dan Teologi, 45(1), 43–55.

Adon, M. J. Wawancara Dengan Bpk. Kondradus Tentang Bentuk, Fungsi dan Simbol yang Terkandung Dalam Mbaru Gendang Manggarai di Pagal 2 Mei 2021 dan 14-15 Juni 2021. , (2021). Pagal, Manggarai-NTT.

Adon, M. J. Wawancara Dengan Bpk. Konstatinus Mon Tentang Bentuk, Fungsi dan Simbol yang Terkandung Dalam Mbaru Gendang Manggarai di Carep 18-19, 21, 28, 29 Juni 2021 dan 2 Juli 2021. , (2021). Carep-Ruteng Manggarai NTT.

Adon, M. J. Wawancara Dengan Bpk. Nober Nabar Tentang Bentuk, Fungsi dan Simbol yang Terkandung Dalam Mbaru Gendang Manggarai 20, 22 Juli 2021 dan 1 Agustus 2021. , (2021). Cimpar Carep- Ruteng Manggarai,NTT.

Adon, M. J. Wawancara tentang Mbaru Gendang dengan Ibu Regina Mune. , (2022).

Gabriel, N. S., Ndoen, F. A., and Prisarto, A. k. (2019). Upacara Roko Molas Poco Dalam Masyarakat Suku Bangsa Manggarai Di Desa Compang Laho Kecamatan Poco Ranaka Kabupaten Manggarai Timur. Jurnal Sejarah, 16.

Gaut, G. K., and Tapung, M. M. (2021). Model Lonto Lèok dalam Pembelajaran tentang Mbaru Gendang pada Muatan Lokal Seni Budaya Daerah Manggarai (Riset Desain Pembelajaran Muatan Lokal). EDUNET: The Journal of Humanities and Applied Education, 1(1), 20–42.

Haryanto, V. (2019). Development, Depoliticisation, and Manggaraian Peasants’ Resistance in Western Flores. PCD Journal, 7(1), 115. https://doi.org/10.22146/pcd.35195

Imun, A. (2020). Analisis Bentuk Dan Fungsi Tradisi Penti Pada Masyrakat Manggrai (Vol. 21). Universitas Muhamadiyah Mataram.

Israwati, I. (2018). Peran Tu’a Golo Dalam Pembagian Tanah Dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Di Desa Macan Tanggar Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat Ntt. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengabdian Pendidikan Sejarah, 3(2), 36–41. Retrieved from http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis/article/view/1381

Janggur, P. (2010). Butir-Butir Adat Manggarai. In K. T. Deki (Ed.), 2 (1st ed., pp. 1–166). Ruteng: Yayasan Siri Bongkok.

Kartodirjo, S. (1983). Elit dalam Perspektif Sejarah (1st ed.). Jakarta: LP3LS.

Kurniawan, H. R., and Wiriantari, F. (2019). Tradisi Siri Bongkok Pada Rumah Adat Mbaru Gendang Di Desa Kabupaten Manggarai-NTT. Jurnal Anala, 7(2), 8–15.

Lanur, A. (2012). Pandangan Hidup Orang Manggarai. In M. Chen and C. Suwendi (Eds.), Iman, Budaya dan Pergumulan Sosial (Refleksi Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik Manggarai) (pp. 100–115). Jakarta: Obor.

Lon, Y. S. B. (2015). Fenomena Mbaru Gendang di Manggarai. In P. Domino (Ed.), Tantangan Inovasi Pendidikan dan Budaya di Manggarai. Ruteng: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan St. Paulus Ruteng Manggarai Nusa Tenggara Timur.

Lon, Y. S., and Widyawati, F. (2018). Mbaru Gendang Rumah Adat Manggarai Flores Eksistensi, Sejarah, dan Transformasinya. In Kanisius (3rd ed., Vol. 42). Yogyakarta: Kanisius. https://doi.org/10.17257/hufslr.2018.42.2.19

Louis, M. (2015). Fungsi Dan Makna Ruang Pada Rumah Adat Mbaru Niang Wae Rebo. Jurnal Intra, 3(2), 580–585.

Mahur, A., and Bustan, F. (2019). Konseptualisasi Masyarakat Manggarai Tentang Budaya Lonto Leok Sebagai Piranti Hukum Adat Responsif-Sosiologik Dalam Rangka …. Jurnal Lazuardi, 2(2), 276–292. Retrieved from http://ejurnal-pendidikanbahasaundana.com/index.php/lazuardijournal/article/view/11

Moses, F. (2019). Retorika Puisi Sastra Go’et Masyarakat Manggarai: Sebuah Kajian Retorika Dan Puitika Lisan. Ceudah: Jurnal Ilmiah Sastra, 1(9), 56–66.

Ngoro, A. M. (2016). Budaya Manggarai Selayang Pandang (II; M. Usman, Ed.). Ende: Nusa Indah.

Pandor, P. (2015a). Imanensi dan Trasendensi Mori Kraéng Sebagai Wujud Tertinggi Orang Manggarai. In A. Riyanto, J. Ohoitimur, O. G. Madung, and C. B. Mulyanto (Eds.), Kearifan Lokal Pancasila, Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan. Yogyakarta: Kanisius.

Pandor, P. (2015b). Menyibak Praksis Lonto Leok dalam Demokrasi Lokal Manggarai. In A. Riyanto, J. Ohoitimur, C. B. Mulyanto, and O. G. Madung (Eds.), Kearifan Lokal-Pancasila Butir-Butir Filsafat Keindonesian (pp. 443–466). Yogyakara: Kanisius.

Perdana, M. (2016). Tata Spasial Permukiman Tradisional Manggarai Berdasar Ritual Penti Di Kampung Wae Rebo Di Pulau Flores. Ruang-Space: Jurnal Lingkungan Binaan (Journal of The Built Environment), 3(2). https://doi.org/10.24843/JRS.2016.v03.i02.p06

Resmini, W., and Mabut, F. (2020). Upacara Penti dalam Masyarakat Kampung Rato di Kabupaten Manggarai. CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan, 8(2).

Riyanto, A. (2015). Kearifan Lokal-Pancasila Butir-butir Filsafat “Keindonesiaan.” In A. Riyanto, J. Ohoitimur, C. B. Mulyatno, and O. G. Madung (Eds.), Kearifan Lokal-Pancasila Butir-Butir Filsafat Keindonesian. Yogyakarta: Kanisius.

Riyanto, A. (2018). Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen. Yogyakarta: Kanisius.

Riyanto, A. (2020). Metodologi Pemantik dan Anatomi Riset Filosofis Teologis (1st ed.). Malang: Widya Sasana Publication.

Setia, Y. S., Budianto, A., and Yatmin. (2021). Study Tentang “ Mbaru Niang ” Di Masyarakat Wae Rebo Kabupaten Manggarai , Nusa Tenggara Timur Tahun 2021. Semdikjar 4, 243–252.

Soekarno. (2006). Filsafat Pancasila Menurut Bung Karno. Yogyakarta: Media Pressindo.

Sutam, I. (2012). Menjadi Gereja Katolik Yang Berakar Dalam Kebudayaan Manggarai. In M. Chen and C. Suwendi (Eds.), Iman, Budaya dan Pergumulan Sosial (Refleksi Yubilium 100 Tahun Gereja Katolik Manggarai) (pp. 157–190). Jakarta: Obor.

Terisno, V. H., Tulistyantoro, L., and Nilasari, P. F. (2019). Studi Makna dan Ruang dalam Hunian Tradisional. Jurnal Intra, 7(1), 21–25.

Vanesvaria, V., Kinasihb, M. W., and Suryadi, J. A. (2022). Kajian Etnomatematika pada Rumah Adat Mbaru Niang di Kampung Wae Rebo. Prisma Prosiding Seminar Nasional Matematika, 5, 346–353.

Verheijen, A. J. (1991). Manggarai Dan Wujud Tertinggi. In 1 (p. 320). Jakarta: LIPI.

Published

2022-09-21