<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> Hibriditas Budaya dalam Ketoprak Dor | Suyadi | Jurnal Masyarakat dan Budaya

Hibriditas Budaya dalam Ketoprak Dor

Suyadi Suyadi

Abstract


Ketoprak dor is a performing art that lives and develops in North Sumatra. Its appearance began with the sending of Javanese as contract workers for tea plantations. The transmigration of the kuli kontrak formed a new layer of society with the participation of existing social and cultural growth. They did their Javanese activities as usual before being sent as contract coolies, including throwing parties. From this party, there was a desire to make a ketoprak performance. This show is called the ketoprak dor. Based on this, the author conducted a ketoprak dor study in 2009 and 2012 using a semiotic approach by Morris (Zaimar, 2008). The author's semiotic review is done to facilitate the tracking of history and description of the ketoprak dor in North Sumatra Province. From the research that the authors did mention the ketoprak dor is almost extinct swallowed by the times. In fact, the ketoprak dor is actually no longer only owned by Javanese people, but has become the property of Deli Malays. Adapting Javanese people plus Malays who want to accept openness is a big capital of this cultural hybrid process.


Keywords


ketoprak dor, cultural hybrid, overseas Javanese

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Barth, Fredrik (ed). (2000). Ethnic Groups and Boundaries. Terjemahan Nining I. Soesilo, “Kelompok Etnik dan Batasannya”. Jakarta : Universitas Indonesia

Berger, Arthur Asa. (2000). Signs in Contemporary Culture : An Introduction to Semiotics, terjemahan M. Dwi Marianto, Sunarto Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer. Yogyakarta : Tiara Wacana.

Fadilla, Rahmadani (2019). Perantau Minang di Yogyakarta : Studi Pendekatan Hibriditas Pedagang Kaki Lima Malioboro. Universitas Gajah Mada, 2018. Diunduh dari etd.repository.ugm.ac.id, Kamis 4 Juli 2019

Humaedi, M. Alie. (2013). Budaya Hibrid Masyarakat Cirebon. Jurnal Humaniora Vol. 25 No. 3 Tahun 2013. https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/3540/3036. Diunduh Kamis, 4 Juli 2019

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V (2019), versi luring. Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan

Moleong, Lexy J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remadja Rosda Karya

Pelly, Usman dkk (ed). (1987). Konflik dan Persesuaian : Bunga Rampai Perubahan Sosial dan Antropologi Pendidikan. Jakarta : Proyek Pola Pengembangan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup

Pelzer, Karl J. (1985). Toean Keboen dan Petani : Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria. Jakarta : Sinar Harapan

San, Suyadi. (2018). Semiotika Teater Bangsawan. Yogyakarta : Ombak

San, Suyadi. (2008). Berkenalan dengan Teater. Medan : GENERASI

San, Suyadi. (2006). Semiotika dalam Kritik Teater Indonesia. Jurnal Medan Makna Edisi Nomor 3 Tahun 2006. Medan : Balai Bahasa Medan

Satoto, Soediro. (1994). Teater sebagai Sistem Tanda dalam Seni Pertunjukan Indonesia. Jurnal Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. Jakarta : MSPI dan Gramedia

Setiawan, Ikwan. (2019). Hibriditas Budaya dalam Lintasan Perspektiof (1). http;//metatimoer.or.id/2016/12/11/ hibriditas-budaya-dalam-lintasan-perspektiof / diunduh Kamis, 4 Juli 2019

Sumardjo, Jacob. (1992). Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti

Suroso, Panji. (2012). Ketoprak Dor di Helvetia. Medan : Unimed Press

Suryadmaja, Gading. (2009). Ketoprak Dor : Refleksi Kerinduan Akan Tanah Jawa. (Sebuah Catatan Tentang Eksistensi Ketoprak Dor Cipto Budoyo Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Helvetia, Kota Medan, Sumatra Utara). Laporan riset. Surakarta : ISI

Suyadi. (2008). Peran Orang Jawa dan Cina dalam Keruangan Kota Medan : Sebuah Studi Antropologi tentang Penataan dan Pengembangan Kota Medan. Tesis. Medan : Progran Pascarsarjana Universitas Negeri Medan

Teeuw, A. (1984). Sastera dan Ilmu Sastera : Pengantar Teori Sastera. Jakarta : Gramedia Poustaka Utama

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia, ed. 3. Jakarta : Balai Pustaka

Zaimar, Okke K.S. (2008). Semiotik dan Penerapannya dalam Karya Sastra. Jakarta : Pusat Bahasa




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v21i2.817

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License