<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> Refleksi Kepercayaan Masyarakat Pesisir Pantai Prigi dalam Sajen Slametan Njangkar (Kajian Etnolinguistik) | Puspita | Jurnal Masyarakat dan Budaya

Refleksi Kepercayaan Masyarakat Pesisir Pantai Prigi dalam Sajen Slametan Njangkar (Kajian Etnolinguistik)

Ayunda Riska Puspita

Abstract


Masyarakat Jawa masih sangat mempertahankan budaya dan adat peninggalan nenek moyangnya. Salah satu adat yang masih dipertahankan sampai saat ini adalah kegiatan upacara selamatan (slametan) yang di dalamnya terdapat sajen yang melambagkan atau menyimbolkan pesan tertentu. Di pesisir Pantai Prigi upaca slametan yang masih dilaksaskan sampai saat ini adalah slametan njangkar. Slametan njangkar ini berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat pesisir Pantai Prigi terhadap Nyi Roro Kidul, Sang Penguasa Laut Selatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sajen-sajen yang terdapat dalam upacara slametan njangkar untuk mengetahui refleksi kepercayaan masyarakat pesisir Pantai Prigi dalam upacara tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian etnolinguistik dengan pendekatan kualitatif dan metode deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penamaan sajen merefleksikan kepercayaan masyarakat pesisir Pantai Prigi terhadap Allah swt. dan makhluk ciptaan-Nya yang tidak dapat dilihat secara kasat mata atau makhluk ghaib yang merupakan penguasa wilayah tertentu seperti Nyi Roro Kidul. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat pesisir Pantai Prigi termasuk ke dalam sinkretisme karena terjadi akulturasi budaya Jawa dengan budaya Islam. Tujuan utama slametan njangkar adalah untuk memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa dan meminta izin kepada penguasa laut selatan untuk memasuki wilayahnya dan mengambil sebagian harta yang dimiliki oleh Nyi Roro Kidul


The Javanese people still preserve their culture and custom passed down by theiranchestors. One of the heritage that is still preserved till this day is in the form of ceremony or selamatan (slametan). In slametan there is a sajen that symbolize a particular message. In coastal Prigi beach the ceremony or slametan called slametan njangkar. This slametan is closely related to the beliefs of the coastal community in Prigi Beach toward Nyi Roro Kidul as the queen of the South Sea. This study aims to describe the sajen-sajen contained in the slametan njangkarin order to know the reflection of Coastal Coast Prigi people’s beliefthrough the ceremony. This ethnolinguistics research used qualitative approach and descriptive method. The results of this study then indicate that the naming of sajen reflects the belief of the coastal community in Prigi towards Allah swt and His invisible creatures that cannot be seen by the bare eye or supernatural beings who rules certain regions named Nyi Roro Kidul. It shows that the belief of the coastal community in Prigi Coast involved in the syncretism due to the acculturation of Javanese culture with Islamic culture. The main goal of slametan is to bega salvation to the Almighty and ask permission to the queen of the sea to enter her territory to take her resources.

Keywords


sajen slametan njangkar; kepercayaan masyarakat pesisir Pantai Prigi; etnolinguistik

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ahearn, Laura. (2012). Living Language: An Introduction to Linguistic Anthropology. United Kingdom: Wiley Blackwell.

Duranti, Alessandro. (1997). Linguistics Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Endraswara, Suwardi. (2012). Falsafah hidup jawa: Menggali Mutiara Kebijakan dari Intisari Filsafat Kejawen. Yogyakarta: Cakrawala.

Hadisutrisno, Budiono. (2009). Islam Kejawen. Yogyakarta: Eule Book.

Herusatoto, B. (2001). Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita Graha Widia.

Karim, M. Abdul. (2007). Islam Nusantara. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2016). KBBI V Daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Roqib, M. (2007). Harmoni dalam Budaya Jawa: Dimensi Edukasi dan Keadilan Gender. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Simuh. (1995). Sufisme Jawa: Transformasi Tasawuf Islam ke Mistik Jawa. Yogyakarta: Bentang.

Soehardi. (1986). Konsep “Sangkan Paran” dan Upacara Selamatan dalam Budaya Jawa (Bebeapa Aspek Kebudayaan Jawa). (Soedarsono, Retno Astuti, I.W. Pantja Sunjata, Ed). Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan, Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi).

Sofwan, Ridin, Wasit, dan Mundiri. (2000). Islamisasi di Jawa: Wali Sanga, Penyebar Islam di Jawa, Menurut Penuturana Babad Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudaryanto. (1992). Metode Linguistik: Ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Universitas gadjah Mada Press.

Suyono, R.P. Capt. (2007). Dunia Mistik Orang Jawa.Yogyakarta : LKis.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v20i2.614

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License