<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> PROBLEMATIKA PRINSIP MANAJEMEN KOLABORATIF DALAM KERANGKA PENYELAMATAN DANAU RAWAPENING | Nadjib | Jurnal Masyarakat dan Budaya

PROBLEMATIKA PRINSIP MANAJEMEN KOLABORATIF DALAM KERANGKA PENYELAMATAN DANAU RAWAPENING

Mochammad Nadjib

Abstract


Interaksi penduduk dan lingkungan yang kompleks dapat ditemukan pada ekologi perairan Rawapening. Rawapening adalah suatu kawasan danau yang memiliki potensi multifungsi, diantaranya adalah perikanan, irigasi, pembangkit listrik dan pariwisata. Pemanfaatan secara multifungsi tersebut bisa saling mendukung, tetapi dapat pula bersifat trade off bila dilakukan secara tidak terkendali. Tulisan ini mendiskusikan permasalahan trade off sebagai dampak dari pemanfaatan secara bebas dan tidak terkendali antara berbagai pihak di Danau Rawapening. Sumber data ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan tentang “Optimalisasi Multifungsi Perairan Umum Daratan dalam Pengembangan Ekonomi Daerah: Kasus Danau Rawapening”. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan observasi lapangan di kawasan Danau Rawapening. Implikasi dari pemanfaatan secara bebas atas Danau Rawapening terjadi karena polarisasi kepentingan, sehingga berdampak timbulnya degradasi lingkungan. Untuk itu diperlukan perubahan paradigma pengelolaan dari polarisasi kepentingan menjadi paradigma kolaborasi, sehingga segenap kegiatan ekonomi yang menjadi penyangga kawasan Rawapening dapat dikelola secara komprehensif. Rawapening ecology consists of complex interactions between society and environment. Rawapening is the lake area which has several functions, including fisheries, irigation, power plant and tourism. The multiple functions produce positive and negative effects. This paper discusses the vast effect of Rawapening misuse. The data were collected from research report about “Optimalisasi Multifungsi Perairan Umum Daratan dalam Pengembangan Ekonomi Daerah: Kasus Danau Rawapening through indepth interview, focus group discussion and field observation. The excessive use of Rawapening affects the polarisation of interests, leading to environmental degradation. This paper suggests paradigm shift from polarisation of interests to collaboration, in order to manage sustainable economic activity in Rawapening area comprehensively.

Keywords


danau rawapening; multifungsi ekonomi; degradasi lingkungan; polarisasi kepentingan; paradigma kolaborasi; rawapening lake; economic multifunction; environmental degradation; polarisation of interests; collaborative paradigm

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang, (2016). Kecamatan Tuntang Dalam Angka 2015. Semarang: BPS Kabupaten Semarang.

_______. (2016). Kecamatan Banyubiru Dalam Angka 2015. Semarang: BPS Kabupaten Semarang.

_______. (2016). Kecamatan Ambarawa Dalam Angka 2015. Semarang: BPS Kabupaten Semarang.

_______. (2016). Kecamatan Bawen Dalam Angka 2015. Semarang: BPS Kabupaten Semarang.

Borrini-Feyerabend. (2001). “Making Partnership with Communities and other Stakeholders”. In: Graeme Kelleher eds. Guidelines for Marine Protected Area. Glend, Switzerland: IUCN. pp. 29-36.

Coastal Communities News, (t.t.) Community Based Co-Management offers a Better Way to Manage Fishery: an Exciting and Innovative Way to Bring Real Hope to Coastal Communities. Vol. 1, issue 6.

Dahuri, Rokhmin. (1999). Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Terpadu Berbasis Masyarakat. Makalah disampaikan dalam Rapat Koordinasi Proyek dan Kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan di Indonesia. Jakarta: Ditjen Bangda Departemen Dalam Negeri.

Emmerson, Donald K. (1980). Rethinking Artisanal Fisheries Development: Western Concept, Asian Experience. Washington: The World Bank.

Fisher, Robert; Ravi Prabhu and Cynthia Mc Dougall eds. (2007). Adaptive Collaborative Management of Community Forests in Asia Experiences from Nepal, Indonesia and the Philippines. Bogor: Center for International Forestry Research (CIFOR).crossref

Hardin, Garett. (1968). “The Tragedy of the Commons”. Science, Vol. 162.

Hidayat, Syarif dan Darwin Samsulbahri. (2001). Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Sebuah Rekonstruksi Konsep Community Based Development (CBD). Jakarta: Pustaka Quantum.crossref

Ingles, Andrew W; Arne Musch; Helle Qwist-Hoffmann. (1999). The Participatory Process for Supporting Collaborative Management of Natural Resources: An Overview. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Jentoft, Svein. (1989). “Fisheries Management: Delegating Government Responsibility to Fishermen’s Organization”. Marine Policy.

Kusumanto, Trikurnianti; Elizabeth Linda Yuliani; Phil Macoun; Yayan Indriatmoko, dan Hasantoha Adnan. (2006). Belajar Beradaptasi: Bersama-sama Mengelola Hutan di Indonesia. Bogor: Center for International Forestry Research (CIFOR).crossref

Moloeng, Lexy J. (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda

Organization for Economic and Co-Operation and Development. (1997). Towards Sustainable Fisheries: Economic Aspects of the Management of Living Marine Resources, Paris.

Ostrom, Elinor. (1990). “Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action”. Polithical Economy of Institutions and Decisions. Cambridge: University Press.

Pomeroy, Robert. S. (1995). “Community-based and Co-management Institutions for Sustainable Coastal Fisheries Management in Southeast Asia”. Ocean and Coastal Management. Vol. 27.crossref

_______ dan Rebecca Rivera-Guieb. (2006). Fishery Co-Management: A Practical Handbook. Oxfordshier: CAB International Publishing.

Roedel, P.M. (1975). “A Summary and Critique of the Symposium on Optimum Sustainable Yield”. Optimum Sustainable Yield as Concept in Fisheries Management. Proceeding of Symposium, 9 Sept 1974. Washington DC: American Fisheries Society.

Sutarwi. (2008). Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Danau dan Peran Kelembagaan Informal:Menggugat Peran Negara atas Hilangnya Nilai “Ngepen” dan “Wening” dalam Pengelolaan Danau Rawapening di Jawa Tengah. Salatiga: Program Pasca Sarjana Universitas Kristen Satya Wacana Press.

Wantrup, Ciriacy S.V. dan Richard C. Bishop. (1986). “Milik Bersama sebagai suatu Konsep Kebijaksanaan Pengelolaan Sumber daya Laut”. Dalam Ian R. Smith dan Firial Marahuddin (eds.). Ekonomi Perikanan dari Teori Ekonomi ke Pengelolaan Perikanan. Jakarta: Gramedia




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v18i3.576

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License