<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT SULAWESI UTARA DALAM PEMANFAATAN POHON HUTAN SEBAGAI BAHAN OBAT TRADISIONAL | Arini | Jurnal Masyarakat dan Budaya

PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT SULAWESI UTARA DALAM PEMANFAATAN POHON HUTAN SEBAGAI BAHAN OBAT TRADISIONAL

Diah Irawati Dwi Arini

Abstract


Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan tradisional masyarakat di Sulawesi Utara yang diwakili oleh tiga etnis besar yaitu Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Sangir terhadap pemanfaatan berbagai jenis pohon hutan sebagai bahan baku pengobatan tradisional mulai dari jenis, bagian yang dimanfaatkan cara pemanfaatan, dan evaluasi terhadap status kelangkaan pohon yang dimanfaatkan. Ditemukan sebanyak 46 jenis pohon hutan yang digunakan sebagai bahan baku pengobatan tradisional dimana kulit kayu merupakan bagian pohon yang paling banyak digunakan dalam pengobatan. Pemanfaatan masih sangat sederhana dan belum sampai pada tahap komersialisasi. Pewarisan ilmu pengobatan diperoleh secara turun temurun dan hanya secara lisan. Dari ke 46 jenis pohon diketahui hanya satu yang dikategorikan sebagai pohon terancam punah secara global yaitu small-leaved mahagony. Hal ini menjadikan perlunya solusi berupa budidaya tanaman agar pemanfaatan baik kayu maupun non-kayu tidak langsung mengambil dari alam namun dari hasil budidaya. This paper aims to identify the traditional knowledge of people in North Sulawesi, represented by three major ethnics, there are Minahasa, Bolaang Mongondow and Sangir, on the use of various types of forest trees as raw materials of traditional medicine ranging from the type, part of utilized, the way of utilization, and evaluation of the status of the scarcity of trees which is utilized. There are 46 species of forest trees that used as raw materials of traditional medicine where the bark is the most widely used in traditional medicine. Utilization is still very simple and has not reached the commercialization stage. Inheritance of medicine is obtained from generation to generation and only orally. Of the 46 tree species known, only one that is categorized as a globally threatened tree, that is small-leaved mahagony. This issue required solution in the form of cultivation of plants for the utilization, both wood and non-wood, so it does not directly taken from nature but from the cultivation.

Keywords


Obat; pohon; hutan; tradisional; Sulawesi Utara; Medicine; tress; forest; traditional; North Sulawesi

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Al-Susanti. (2007). Studi Etnobotani Tanaman Obat pada Masyarakat Suku Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Skripsi. Departeman Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.

Anonim. (2015). Sosial Budaya Provinsi Sulawesi Utara. Diakses dari www.indonesia. go.id pada tanggal 17 September 2015.

Wulandari, D & P. Hendra. (2011). Efek Analgesik Infusa Daun Macaranga tanarius L. Pada Mencit Betina Galur Swiss. Jurnal Bionatura, 13(2), 108-

Yuliana, T. Widarsa, & G. Wiranatha. (2013). Pemberian Ekstrak Methanol Daun Paliasa Menurunkan Kadar Glukosa Darah Tikus Hipeglikemik. Jurnal Veteriner, 14 (4), 495-500.

Zuhud, E.A.M. (2009). Potensi Hutan Tropika Indonesia Sebagai Penyangga Bahan Obat Alam untuk Kesehatan Bangsa. Jurnal Bahan Alam Indonesia, 6(6), 227-232.

Zuhud, E.A.M., Siswoyo, E. Sandra, A.Hikmat & E.Adhiyanto. (2013). Buku Acuan Umum Tumbuhan Obat Indonesia Jilid IX. Dian Rakyat, Jakarta.

Arung, E.T., I.W. Kusuma., S. Purwatiningsih., S. Roh., C.H. Yang., S. Jeon., Y. Kim., E. Sukaton., J. Susilo., Y. Astuti., B.D. Wicaksono., F. Sandra., K. Shimizu., & R. Kondo. (2009). Antioxidant Activity and Cytotoxicity of the Traditional Indonesian Medicine Tahongai (Kleinhovia hospita L.) Extract. Journal of Acupuncture and Meridian Studies, 2(4), 306-308. crossref

Bhogayata K., P.P. Sharma., & B.R.A. Patel. (2009). Clinical evaluation of saptaparna (Alstonia scholaris l., r. Br.) on essential hypertension. Ayu Journal, 30(3), 318-322.

Dini, I & Darminto. (2012). Metode Isolasi Senyawa Bioaktif pada Tumbuhan Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.), Jurnal Chemica, 13(2), 11-16. crossref

Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Terj. Badan Litbang Kehutanan. Cetakan

I. Koperasi Karyawan Departemen Kehutanan, Jakarta.

Hidayat, D., & Hardiansyah, G. (2012). Studi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat di Kawasan IUPHHK PT. Sari Bumi Kusuma Camp Tontang Kabupaten Sintang. Jurnal Vokasi, 8(2), 61–68.

IUCN. (2017). IUCN Red List Categories and Criteria Version 3.1. Diakses dari http://www.iucnredlist.org/ pada 30 Juli 2017.

Jahidin, Galib, L. M., Muzuni, & Damhuri. (2014). Ethnic Study of Traditional Medicinal Plants of Buton. Jurnal Sainsmat, 3(1), 90–108.

Kandowangko, N., Solang, M., dan Ahmad, J. (2011). Laporan akhir : Tanaman Obat Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat oleh Masyarakat Kabupaten Bonebolango Provinsi Gorontalo. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.

Kainuma, M., S. Baba., H.T. Chan., T. Inoue, J. Tangah., & E.W.C. Chan. (2016). Medicinal Plants of Sandy Shores: A Short Review on Calophyllum inophyllum and Thespesia populnea, International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Research 8(12), 2056-2062.

Lense, O. (2012). The Wild Plants Used as Traditional Medicines by Indigenous People of Manokwari, West Papua. Biodiversitas Journal, 13(2), 98-106.

Luchman. (2014). Etnobotani dan Manajemen Kebun-Pekarangan Rumah Ketahanan Pangan, Kesehatan dan Agrowisata. Malang: Selaras.

Manzur, A., A. Raju., & S. Rahman. (2011). Antimicrobial Activity of Terminalia catappa Extracts against Some Pathogenic Microbial Strains, Pharmacology & Pharmacy Journal 2, 299-305. crossref

Martini, D., H. Haq., dan B. Sutrisno. (2017). Perlindungan Hukum terhadap Pengetahuan Obat-obatan Tradisional dalam rezim Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Indonesia (Studi pada Masyarakat Tradisional Sasak). Jurnal Hukum dan Peradilan 6(1), 67-90. crossref

Melani, D.S. (2016). Kajian Etnobotani Tanaman Obat oleh Masyarakat di Desa Nanggeleng Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasundan. Bandung.

Murtiwi, M.T. (2014). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Macaranga tanarius (L) Mull.Arg. terhadap Streptococcus ATCC 19615. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Darma, Yogyakarta.

Nuria, C.N., Z. Chabibah., S. Banu., & R.F. Fithria. (2015). Penelusuran Potensi Fraksi n-Heksan dan Etil Asetat dari Ekstrak Metanol Daun Gugur Ketapang (Terminalia catappa L.) sebagai Antidiare.http:// publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.ph p/ilmuFarmasidanklinik/article/view/12 19 diakses tanggal 2 Februari 2016.

Paputungan, M. (2014). Pengobatan Tradisional “Ala” Mongondow. Diakses dari https://limzpaputungan.blogspot.co.id/2 014/09/pengobatan-tradisional-ala- mongondow.html pada 30 Juli 2017.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 Pengawetan Jenis

Tumbuhan dan Satwa. 27 Januari 1999. Lembaran Negara Repubil Indoesia Tahun 1999 No. 14.

Setyawati, T. (2009). Status penelitian tumbuhan obat di Litbang Kehutanan. Bunga Rampai Biofarmaka Kehutanan Indonesia dari Tumbuhan Hutan untuk Keunggulan Bangsa dan Negara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman, Bogor.

Supriatna, N., Kelana, T., & Habibit. (2011). Kilangit (Garuga floribunda Decne ). In Informasi Singkat Benih No. 114, Agustus, Balai Perbenihan Tanaman Hutan Jawa dan Madura, Jawa Barat.

Shang J.H., X.H. Cai., T. Feng., Y.L. Zhao., J.K.Wang., L.Y. Zhang., M. Yan., & X.D. Luo. (2010a). Pharmacological evaluation of Alstonia scholaris: anti-inflammatory and analgesic effects, Journal Ethnopharmacol 129(2), 174-181. crossref

Shang J.H., Y.L. Zhao., T. Feng., & X.D. Luo. (2010b). Pharmacological evaluation of Alstonia scholaris: anti-tussive, antiasthmatic and expectorant activities, Journal Ethnopharmacol 129(3), 293-298. crossref

Singh B., & P. Sangwan. (2011). Taxonomy, ethnobotany and antimicrobial activity of Alstonia scholaris (L.) R. Br., Carissa carandas L. and Catharanthus roseus (L.) G. Don. Int. J.Biotech & Biosci 1(1), 102-112.

Sukadana, I.M. (2010). Aktivitas Antibakteri Senyawa Flavonoid dari Kulit Akar Awar-awar (Ficus septica Burn F). Jurnal Kimia, 4(1):63-70.

Takandjandji, M & S.E. Sumanto. (2010). Keanekaragaman jenis tumbuhan obat di kawasan Hutan Lindung Luku Melolo, Sumba Timur. Info Hutan 7 (3), 229-

Thomson, L.A.J. (2006). Species Profiles for Pacific Island Agroforestry. www. traditionaltree.org. diakses tanggal 2 Februari 2016.

Wardah. (2005). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan di Kawasan Hutan Krui Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung Barat. Jurnal Tekonolgi Lingkungan, 6(3), 477–484.

Widyawaruyanti, A., Devi, A.P., Fatria, N., Tumewu, L., Tantular, I.S., & Hafid, A.F. (2014). In Vitro Antimalarial Activity

Wenas, J. (2007). Sejarah dan Kebudayaan Minahasa. Manado: Institut Seni Budaya Sulawesi Utara.

Screening Of Several Indonesian Plants Using Hrp2 Assay. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Science, 6(6), 6–9. crossref




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v19i2.444

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License