<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> NGOS, POST-TSUNAMI SOCIAL RECONSTRUCTION AND TWO EXAMPLES FROM BANDA ACEH AND MEULABOH, ACEH | Tirtosudarmo | Jurnal Masyarakat dan Budaya

NGOS, POST-TSUNAMI SOCIAL RECONSTRUCTION AND TWO EXAMPLES FROM BANDA ACEH AND MEULABOH, ACEH

Riwanto Tirtosudarmo

Abstract


Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) memegang peranan yang penting dalam rekonstruksi dan pemulihan kembali masyarakat Aceh pasca-Tsunami 2004. Studi ini merupakan upaya untuk mengungkap dinamika peranan LSM di Aceh melalui dua LSM (Uplink di Banda Aceh,
dan Yayasan Pengembangan Kawasan – YPK di Meulaboh). Dua LSM ini terpilih karena dianggap mewakili dua model LSM yang berbeda, baik dalam pendekatan dan strategi pelayanan dan program ke masyarakat maupun dalam berhadapan dan relasinya dengan otoritas kekuasaan di Aceh. Untuk memahami peranan LSM pasca-Tsunami di Aceh, sejarah perkembangan LSM dan masyarakat sipil di Indonesia maupun latar belakang gerakan sosial di Aceh, khususnya setelah turunnya Suharto, diungkapkan secara agak mendalam dalam studi ini. Dalam kesimpulannya, studi ini menunjukkan kegagalan maupun keberhasilan dalam berbagai program rekonstruksi masyarakat Aceh dari kedua LSM dan menunjukkan “lesson learned” apa yang dapat dipetik dari studi ini, serta tidak kalah pentingnya hal-hal apa yang perlu diteliti selanjutnya.

Kata Kunci: Aceh, NGOs, tsunami, rekonstruksi sosial.

Full Text:

PDF

References


Aguswandi 2004. “Aceh: Civil Society- The Missing Peace of Peace

Building”in Searching for Peace in Asia Pacific, edited by Annelies Heijmans, et. al., Boulder-London: Lynne Rienner Publishers.

Aspinall, Edward, 2004. Ïndonesia: Transformation of Civil Society and

Democratic Breakthrough”, in Muthiah Alagapa, ed., Civil Society and Political Change in Asia: Expanding and Contracting Democratic Space, pp. 61-96. Satnford, California: Stanford University Press.

Arifin, Evi Nurvidya, Aris Ananta and Tiodora Hadumaon Siagian, 2007.

“Demography and Politics in the New Aceh”, in Masyarakat Indonesia, Vol. 33. No. 1. Ayerman, Ron and Andrew Jamison, 1991. Social Movements: A cognitive Approach. University Park, Pennsylvania: The

Pennsylvania State University Press.

Avoinus, Leena, 2007. “Cosmopolitanism and Cosmopolitanisation: The

Acehnese Responses to World Trajectories” in Masyarakat Indonesia, Vol. 33, No. 1.

Culla, Adi Suryadi, 2006,). Rekonstruksi Civil Society: Wacana dan aksi Ornop di Indonesia (Reconstruction of civil society: Discourse and practice of NGOs in Indonesia). Penerbit: LP3ES, Jakarta.

Fakih, Mansour, 2004. Civil Society for Social Transformation (Masyarakat Sipil untuk Transformasi Sosial)

Ganie-Rochman, Meuthia, and Rochman Achwan, 2006, in their article

“Inclusion and Exclusion: NGOs and Critical Social Inquiry (Inklusi dan Eksklusi: LSM dan Pengetahuan Sosial Kritis)”, in Vedi Hadiz and Daniel Dhakidae,eds. Social Science and Power in Indonesia. Jakarta-Singapore: Equinox Publishing.

Gayatri, Irine, 2007. “Post-Disaster Relief: The Experience of Aceh”, in

Masyarakat Indonesia, Vol. 33. No. 1.

Hedman, Eva-Lotta E. 2006. in her book In the Name of Civil Society:

From Free Election Movements to People Power in the Philippines




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v12i3.155

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License