<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> Menjadi “Tamu Istimewa” di Rumah Orang Lain: Identitas Sosial dan Etnosentrisme Jamaah Suluk Asal Malaysia di Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB) | Muzakkir | Jurnal Masyarakat dan Budaya

Menjadi “Tamu Istimewa” di Rumah Orang Lain: Identitas Sosial dan Etnosentrisme Jamaah Suluk Asal Malaysia di Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB)

Muzakkir Muzakkir, Abdullah AS

Abstract


Artikel ini tentang jamaah asal Malaysia yang terlibat dalam aktivitas spiritual di Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB). Jamaah asal Malaysia ini berbeda dan membedaan diri dengan jamaah lokal, atau masyarakat Kampung Besilam. Untuk memahami eksistensi jamaah asal Malaysia ini diajukan pertanyaan apa identitas sosial dan bagaimana etnosentrisme jamaah asal Malaysia di TNKB. Menjawab pertanyaan diajukan digunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis data ditemukan. Penelitian ini menemukan bahwa identitas sosial jamaah asal Malaysia dibentuk berdasarkan struktur sosial-ekonomi menempatkan kelompok tersebut sebagai kelompok menengah-atas karena memiliki profesi sebagai pegawai pemerintah, dan sebagian ada juga sebagai pejabat negara. Identitas sosial ditandai dengan penggunaan bahasa Melayu khas Malaysia, dan kecenderungan selalu berkelompok antar sesama dalam aktivitas spiritual dan sosial. Sedangkan etnosentrisme jamaah asal Malaysia dibentuk berdasarkan pandangan bahwa Malaysia lebih maju dari Indonesia, serta didukung stereotip pengalaman yang memposisikan masyarakat Indonesia sebagai kelompok pekerja kelas rendah di Malaysia. Stereotip mempengaruhi pandangan jamaah asal Malaysia tentang jamaah lokal, dan masyarakat Kampung Besilam masih terbelakang dan sulit untuk dipercayai.

Keywords


Identitas Sosial, Etnosentrisme, Jamaah Suluk Asal Malaysia, TNKB, Kampung Besilam

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Buku dan Jurnal

Ashfoth, Blake E. dan Fred Mael, “Social Identity Theory and the Organization”, Academy of Management Review, 14 (1), 1989.

Badaruddin, Faudzinaim Hj., “Peran Kitab Jawi Tasawuf sebagai Medium Transmisi Ilmu Islam kepada Masyarakat Melayu Nusantara”, International Journal of Islamic Thought, 1, 2012.

Bizumic, Boris, Ethnocentrism: Integrated Perspectives (New York:Routledge, 2018).

Bruinessen, Martin van, “After the Days of Abu Qubays: Indonesian Transformations of the Naqshbandiyya Khalidiyah”, Journal of the History of Sufism, 5, 2007.

Chakravorty, Mrinalini, in Stereotype: South Asia in the Global Literary Imaginary (New York: Columbia University Press, 2014).

Chong, Jinn Winn, “Mine, Yours or Ours?: The Indonesia-Malaysia Disputes over Shared Cultural Heritage”, Sojourn: Journal of Social Issues in Southeast Asia, 27 (1), 2012.

Clark, Marshall, “The Politics of Heritage: Indonesia-Malaysia Cultural Contestations”, Indonesia and the Malay World, 41 (121), 2013.

Djalal, Hasjim, “Dispute between Indonesia and Malaysia on the Sovereighnty over Sipadan and Ligitan Islands”, Journal Opinio Juris, 22, 2013.

Duncan, Walter Raymond dan G. Paul Holman, Ethnic Nationalism and Religional Conflict: The Former Soviet Union and Yugoslavia (Boulder: Westview Press, 1994).

Ember, Carol R dan Melvin Ember, “Konsep Kebudayaan”, T Ihromi, Pokok-pokok Antropologi Budaya, Jakarta: Yayasan Obor, 2006.

Fathurrahman, Oman, “Jaringan Ulama: Pembaharuan dan Rekonsiliasi dalam Tradisi Intelektual Islam di Dunia Melayu-Indonesia”, Studia Islamika, 11 (2), 2004.

Fikri, Khairil, “Etnografi Suluk Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB)”, Ziaulhaq Hidayat, ed., Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB): Dari Doktrin, Seni hingga Arsitektur (Jakarta: LSIP, 2015).

Frith, Tabitha, “Ethno-Religious Identity and Urban Malays in Malaysia”, Asian Ethnicity, 1 (2), 2000.

Gorda, Aan Oka Suryadinata, et.al., Social Capital, Spiritual Capital, Human Capital, and Financial Capital in the Management of Child Welfare Institutions, International Journal of Social Sciences and Humanities, 2 (3), 2018.

Hasanah, Tunira, “Potential Social Capital of Indonesian Immigrant in Malaysia: A Preliminary Research”, Procedia: Social and Behavioral Sciences, 211, 2015.

Haviland, William A., et.al., The Essence of Anthropology (Belmont, CA: Wadsworth, 2013).

Hidayat, Ziaulhaq dan Muzakkir Syahrul, “Indonesian Sufi in Malay World: a Preliminary Exploration with Reference to Tariqa Naqshabandiyya-Khalidiyya Babussalam (TNKB)”, Journal of Indonesian Islam, 11, (1), 2017.

Hogg, Michael A. dan Scott A. Reid, “Social Identity, Self-Categorization, and the Communication of Group Norms”, Communication Theory, 16, 2006.

Hugo, Graeme, “Indonesian Labour Migration to Malaysia: Trends and Policy Implications”, Southeast Asian Journal of Social Science, 21 (1), 1993.

Ismail, Mokthar Hj. dan Zulkifli Abdul Hamid, “Higher Education Loan and Recollection Mechanism in Malaysia: Opportunities for Improvement”, Proceeding of International Conference on Management and Muamalah, 16-17 November 2015.

Junaidi, “Pandangan Editor Surat Kabar Indonesia dan Malaysia terhadap Jurnalisme Multikulturalisme”, Jurnal Ilmu Komunikasi, 8 (2), 2010.

Kahn, Joel S., “Thinking about Religious Texts Anthropologically”, Heritage of Nusantara, 4 (2), 2015.

Kassim, Azizah, “Indonesian Immigrant Settlements in Paninsular Malaysia”, Sojourn: Journal of Social Issues in Southeast Asia, 15 (1), 2000.

Killias, Olivia, “Illegal” Migration as Resistance: Legality, Morality and Coercian in Indonesian Domestic Worker Migration in Malaysia”, Asian Journal of Social Science, 38 (6), 2010.

Liliweri, Alo, Prasangka dan Konflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Kultural (Yogyakarta: LkiS, 2005).

Merbawi, Abdul Manan bin Mohammad, et.al., “Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah in Malaysia: A Study on the Leadership of Haji Ishaq bin Muhammad Arif”, Miqot, 36, (2), 2012.

Muzakkir, “Dari Sakral ke Profan: Globalisasi dan Komodifikasi dalam Dunia Spiritual dengan Ilustrasi Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB)”, Akademika, 20 (1), 2015.

Nagata, Judith A, “What is a Malay? Situasional Selection of Ethnic Identity in a Plural Society”, American Ethnologist, 1 (2), 1974.

Norhalifah, Hanim Kamis, et.al., “The Genetic History of Peninsular Malaysia”, Gene, 586 (1), 2016.

Siregar, Insi Luthfiyah, et.al., “Komunikasi antar Budaya Mahasiswa Malaysia dan Indonesia Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara”, al-Balagh, 1 (2), 2017.

Sumner, William Graham, Folkways (Boston: Ginn, 1906).

Tajfel, Henri dan John C. Turner, “The Social Identity Theory of Intergroup Behavior”, Stephen Worchel dan William G. Austin, ed., Psychology of Intergroup Relation (Chicago: Nelson-Hall, 1985).

Warde, Alan, “Dimensions of a Social Theory of Taste”, Journal of Cultural Economy, 1 (3), 2008.

Werfhorst, Herman G. Van de dan Nan Dirk de Graaf, “The Sources of Political Orientations in Post-Industrial Society: Social Class and Education Revisited”, The British Journal of Sociology, 55 (2), 2004.

Narasumber

Ismail, Petugas TNKB, 05/06/2018.

Hasyim Syarwani, Tuan Guru TNKB, 05/06/2018.

Atan, Masyarakat Kampung Besilam, 05/06/2018.

Naufal, Jamaah Suluk asal Malaysia, 30/08/2018.

Hazli, Jamaah Suluk asal Malaysia, 11/09/2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v21i2.685

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License