<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> P2KK dalam Perkembangan Ilmu sosial di Indonesia Kesinambungan dan Keberlanjutan | Santoso, M. Litt | Jurnal Masyarakat dan Budaya

P2KK dalam Perkembangan Ilmu sosial di Indonesia Kesinambungan dan Keberlanjutan

Widjajanti Mulyono Santoso, M. Litt

Abstract


Kegiatan peer group penting untuk mengangkat isu bersama. Beberapa kajian dimulai dengan cara itu, dengan tujuan “akademik” yang bisa saja secara birokrasi mendapatkan dukungan. Cara ini mempermudah sebuah isu untuk berkembang karena pentingnya ide tersebut. beberapa kajian dimulai dengan cara in. Bahkan menghasilkan beberapa kajian yang cenderung bertahan, namun memiliki problematika kesinambungan dan perubahan. Kajian yang cenderung bertahan menghadapi tantangan untuk mampu melihat perubahan sosial yang terjadi sangat penting karena adanya perubahan teknologi dan jejaring dunia. Kajian Penerapan Syariah Islam, memperlihatkan bahwa kesinambungan isunya menjadi penting karena konteksnya berbeda. Meski sama sama berbicara tentang syariah Islam, namun kontkes sosialnya berbeda sama sekali sesuai dengan situasi internal Indonesia seperti perubahan rejim dari Orba menjadi Orde Reformasi; dan juga perubahan eksternal karena globalisasi.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abdullah Taufik, 2017, Tiga Dimensi Ilmu Sosial dalam Dinamika Sejarah Bangsa, Kleden Ignas dan Taufik Abdullah (eds), (2017), Paradigma Ilmu Pengetahuan dan Penelitian, Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora di Indonesia, LIPI Press, Jakarta,2017.

Achwan Rochman, (2016), “Ilmu Sosial di Indonesia, Peluang, Persoalan dan Tantangan”, dalam dalam Widjajanti M Santoso, Ilmu Sosial di Indonesia, Perkembangan dan Tantangan, Buku Obor, Jakarta.

Afiff Suraya, (2017), power point, Seminar CBFM-LIPI, 19 Oktober 2017, Jakarta.

Anderson, Benedict, (Revised Edition), (2006), Imagined Communities, Reflection of the Origin and Spread of Nationalism, Verso, London.

Burawoy Michael, 2005, “Public Sociology”, American Sociological Review: Feb 2005, Vol 70, Iss 1. crossref

Chua Beng Huat, (2015), “Inter-Asia Refencing and Shifting Frames of Comparison” dalam Carol Johnson, Vera Mackie, Tessa Morris-Suzuki (eds), The Social Sciences in The Asian Century, ANU Press, Australia. crossref

Dhakidae Daniel, (2003), Cendekiawan dan Kekuasaan Dalam Negara Orde Baru, Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.

Chandra Dilip, (2011), “The Role of Islam in Contemporary Indonesia: Search for a New Paradigm”, dalam Paul Van der Velde, Alec McKay (eds), New Developments in Asian Studies: an Introduction, New York, Routledge

Elga Andina, (2011), “Buku Digital dan Pengaturannya”, Jurnal Aspirasi Vol 2 No 1, 2011, http://jurnal.dpr.go.id /index. php /aspirasi/article/view/429, diakses 6 September 2017.

Evers Hans Dieter, Solvay Gerke, (2005), “Local and Global Knowledge: Social Science Research on Southeast Asia”, dalam Thomas Menkoff, Hans DieterEvers, Yue Wah Chay, Governing and Managing Knowledge in Asia, World Scientific Publishing Co, Singapore. crossref

Evers, Hans-Dieter (2008) : “Knowledge Hubs And Knowledge Clusters:Designing A Knowledge Architecture For Development”, ZEF Working Paper Series, No. 27,http://nbn-resolving.de/urn:nbn:de:0202-20080911278, diakses 23 Oktober 2017.

Ghatak Saran, Andrew Stuart Abel, 2013, “Power/Faith: Governmentality, Religion and Post Secular Societies”, International Journal of Politics, Culture and Society Vol 26 No 3 (September,2013), http://www.jstor.org/stable/24713368. crossref

Hadi Aulia, (2016), “Dinamika Studi Komunikasi di Indonesia, Sebuah Meta Analisis KualitatifHasil Hasil Penelitian LIPI”, dalam Widjajanti M Santoso, Ilmu Sosial di Indonesia, Perkembangan dan Tantangan, Buku Obor, Jakarta.

Hadiz Vedy, 2016, “Ilmu Sosial dalam Konteks Otoritarianisme, Demokrasi dan Tuntutan Pasar”, dalam Widjajanti MSantoso (ed), (2016), Ilmu Sosial di Indonesia, Perkembangan dan Tantangan, Buku Obor, Jakarta.

Hisyam M, (2016), “Penulisan Sejarah Indonesia Sebuah Refleksi”, dalam Widjajanti M Santoso, Ilmu Sosial di Indonesia, Perkembangan dan Tantangan, Buku Obor, Jakarta.

Hobsbawn Eric, Terence Ranger (ed), (2013), The Invention of Tradition, Cambridge University Press, Cambridge.

Kristijanto Djoko, (2017), Katalog Hasil Penelitian P2KK-LIPI, 2000-2015, P2KK-LIPIJakarta,.

Kleden Ignas dan Taufik Abdullah (eds), (2017), Paradigma Ilmu Pengetahuan dan Penelitian, Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora di Indonesia, LIPI Press, Jakarta,2017.

Melly G Tan, (2012), LIPI “Tempat Dimana Karis Saya Berkembang”, dalam Widjajanti M Santoso, Ana Windarsih (eds), Refleksi 80 Tahun Melly G Tan, Perspektif Perempuan dan Pembangunan, Jakarta, Gading Inti Prima.

Miller Claire Cain (2011), E Books Outsell Print Books in Amazon, dalam http://tony-silva.com/eslefl/ miscstudent/downloadpagearticles/ebooksales-nyt.pdf, diakses 6 September 2017.

Peeters Jerouen, (1998) “Islamic Book Publishers in Indonesia: A Social Network Analysis”. Paul Van der Velde, Alex Mckay, New Developments in Asian Studies: an Introduction, London, Routledge.

P2KK, 2017, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Jakarta.

Rainie Lee , Maeve Duggan, (2012), E Books Reading Jumps, Print Book Reading Declined, http://libraries.pewinternet.org/2012/12/27/e-book-reading-jumps-print-book-reading-declines/, diakses 6 September 2017.

Riyanto Geger, (2017), ‘Brave New World’ Perbukuan Indonesia, September 8, 2017 5.43pm WIB, http://theconversation.com/brave-new-world-perbukuan-indonesia-82083?utm_ medium=email&utm_campaign=Terbaru%20dari%20The%20Conversation%20untuk%20September%209%202017%20-%2082776753&utm_content=Terbaru%20dari%20The%20 Conversation%20untuk%20September%209%202017%20-%2082776753+CID_21a5a 7759 d5ae18b841aad31033d969f&utm_source=campaign_monitor_id&utm_term=Brave%20new%20world%20perbukuan%20Indonesia

Santoso Widjajanti M, Ana Windarsih (ed), (2012), Refleksi 80 Tahun Melly G Tan, Perspektif Perempuan dan Pembangunan, Jakarta, Gading Inti Prima.

Santoso Widjajanti M (ed), (2016), Ilmu Sosial di Indonesia, Perkembangan dan Tantangan, Buku Obor, Jakarta.

Santoso Widjajanti M (2017),Penelitian dan Pengarusutamaan Gender; Sebuah Pengantar, LIPI Press, Jakarta.

Sudiyono, (et all), (2017). Makalah tidak diterbitkan, Peningkatan Semangat Kebangsaan melalui Penguatan Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat, Jakarta, P2KK LIPI.

Thung Ju Lan (et all), (2017), Makalah tidak diterbitkan, Problematika Menempatkan tradisi-Tradisi dan Kepecayaan Lokal dalam Kebangsaan Indonesia yang Multikultural, Jakarta, P2KK LIPI.

Tim Penulis Sejarah Obor, 2017, 40 Tahun Pustaka Obor, Turut Menerangi Zaman, Jakarta, Penerbit Obor.

Zed Mestika, 2014, Konstruksi Historis Ilmu Sosial Indonesia Dalam Perspektif Komparatif.

Menggali Ilmu Sosial Bercorak Keindonesiaan, Seminar Nasional bertajuk “Kontruksi Ilmu Sosial Di Indonesia Perspektif Komparatif: Menuju Ilmu Sosial ‘Keindonesiaan’, diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam rangka Dies Natalis Dies Natalis UNY ke-50, Yogyakarta, 30 April 2014

Kompas, 30 November 2017, Kebijakan SDG’s Kurang Didukung Kajian Ilmiah, Organisasi Masyarakat Sipil Pertanyakan Komitmen Pemerintah.

http://www.obor.or.id/

http://www.hariansejarah.id/2016/09/kalau-saya-seorang-belanda-als-ik-eens.html, diakses 11 Desember 2017




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v20i1.566

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License