Membicarakan Masyarakat Pinggiran di Indonesia

Authors

  • Riwanto Tirtosudarmo

DOI:

https://doi.org/10.14203/jmb.v22i1.1012

Keywords:

masyarakat pinggiran, indonesia, minoritas

Abstract

Salah satu hasil dari reformasi politik setelah lengser keprabonnya Suharto pada tanggal 23 Mei 1998 adalah keterbukaan untuk membicarakan berbagai hal yang oleh Orde Baru dianggap tabu. Sebagai sebuah rezim otoriter yang berkuasa lebih dari 30 tahun (1967-1998) tidak sedikit tabu yang berhasil diciptakan. Berbagai tabu itu diciptakan sebagai bagian dari cara pemerintah Orde Baru menjamin kestabilan kekuasaan yang terpusat di tangan sang penguasa tunggal, Presiden Suharto. Adalah sebuah tabu untuk membicarakan secara terbuka tentang suku bangsa, agama apalagi tentang federalisme. Oleh Orde Baru hal-hal itu perlu ditutup dari pembicaraan publik karena bisa mengancam persatuan bangsa dan membahayakan kesatuan negara. Persatuan bangsa dan kesatuan negara seolah-olah raison d’etre adanya Orde baru, padahal keduanya sekedar alat legitimasi kekuasaan belaka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ruth McVey, 1996, ‘Building Behemoth: Indonesian Construction of the Nation-State’, in Daniel S. Lev and Ruth McVey (eds,) Making Indonesia: Essays on Modern Indonesia in Honor of George Mc T. Kahin. Ithaca: Cornell Southeast Asia Program.

Jamie S. Davidson, 2018, Indonesia: Twenty Years of Democracy. Cambridge: Cambridge University Press.

Martin van Bruinesen (ed.), 2013, Contemporary development in Indonesian Islam: Explaining the “conservative turn”. Singapore: ISEAS.

Richard Bulliet, 2011, “Conversion to Islam”, dalam David O. Morgan dan Anthony Reid, The New Cambridge History of Islam, Volume 3: The Eastern Islamic World, Eleventh to Eighteenth Centuries. Cambridge: Cambridge University Press.

Greg Acciaioli, 2003, “From customary law to indigenous sovereignty: Reconceptualizing of masyarakat adat in contemporary Indonesia”, halaman 295, bab 13 dalam buku Jamie S. Davidson and David Henley (eds.), The revival of traditions in Indonesian Politics: The deployment of adat from colonialism to indigenism. London and New York: Routledge.

Renato Rosaldo (ed.), 2003, Cultural Citizenship in Island Southeast Asia: Nation and belonging in hinterlands. London: University of California Press.

Will Kymlica, 1995, Multicultural citizenship: A liberal theory of minority rights. Clarendon: Oxford University Press.

Published

2020-04-30

Issue

Section

Book Review