<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> Watu Semar: Sebuah Refleksi Pemikiran dan Budaya Lokal Masyarakat Sambongrejo, Bojonegoro | Milawaty | Jurnal Masyarakat dan Budaya

Watu Semar: Sebuah Refleksi Pemikiran dan Budaya Lokal Masyarakat Sambongrejo, Bojonegoro

Milawaty Milawaty

Abstract


Dikarenakan kuatnya keberadaan Watu Semar berkat mitosnya, penelitian ini dilakukan untuk mengungkap makna dan peran Watu Semar bagi masyarakat pemilik mitos, yakni para penduduk asli Desa Sambongrejo di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran dan budaya lokal masyarakat tersebut melalui keberadaan serta mitos Watu Semar. Metode penelitian yang digunakan ialah studi lapangan dengan wawancara mendalam yang dipadukan dengan teori Kritik Sastra Lisan dari Alan Dundes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos Watu Semar, yang dipercaya memiliki hubungan kuat dengan sosok Punakawan Semar, kuat dilanggengkan melalui pewarisan secara turun-temurun sebagai budaya kepercayaan khas masyarakat Sambongrejo. Bagi mereka, Watu Semar memiliki arti yang signifikan sebagai dulur, saudara kandung mereka sendiri, dan dan bernilai historis sehingga begitu dihormati. Watu Semar berperan sebagai simbol kepercayaan lokal serta bentuk ekspresi budaya (uri-uri budoyo) masyarakat Desa Sambongrejo yang notabene memiliki kecenderungan pemikiran ke hal-hal mistis. Karenanya di dalam masyarakat Sambongrejo, keberadaan Watu Semar dan mitosnya memiliki pengaruh yang sangat besar, dimana ia merupakan refleksi pemikiran dan basis kebudayaan dari masyarakat lokal Sambongrejo itu sendiri.

Keywords


budaya lokal; mitos; pemikiran; masyarakat Sambongrejo;Watu Semar

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Bronner, S.J.(2007).The Meaning of Folklore: The Analytical Essays of Alan Dundes. Logan:Utah State University Press.

Berita Jatim.(2015).”Sejarah Batu Semar Yang Menjadi Prasasti di Alun-Alun Kota Bojonegoro”.12 Oktober 2017 diunduh dari .

Juanda.(2013).“Nilai Edukasi dan Budaya Foklor Pau-Pau Rikadong Putri Taddampalie”. (Terj.).Journal of Humanity Vo.1 No.1. Diunduh dari .

Mariani, E.R.E.N.(2003).”Calon Arang Kisah Dramatis dari Girah: Kajian Tekstual dan Kontekstual”.Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol.4, No.1. Diunduh dari .

Mulyono, Sri.1989. Apa dan Siapa Semar.Jakarta: Haji Masagung.

Setiawan, Yuliyanto Budi dkk.(2013). “Bias Gender dalam Cerita Rakyat: Analisis Naratif pada folklore Eropa, Cinderella, dengan Cerita Rakyat Indonesia, Bawang Merah Bawang Putih”. The Messenger Vol.5, No.2, 1-13. Diunduh dari .

Slamet Muljana.(2011).Negarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhrathara.

Zekriady.(2008).“Analisis bentuk dan Makna Sastra Lisan Sumbawa Sakeco Suku Samawa di Kabupaten Sumbawa dengan Pendekatan Foklor”. Jurnal Artikulasi Vol.6 No.2. Diunduh dari .




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v21i3.777

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License