<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> Budaya Materi dan Pengembangan Pariwisata di Biak – Numpor, Irian Jaya | Haba | Jurnal Masyarakat dan Budaya

Budaya Materi dan Pengembangan Pariwisata di Biak – Numpor, Irian Jaya

John Haba

Abstract


Tulisan ini fokus pada budaya material di masyarakat Biak-Namfor yang bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di wilayah tersebut. Seperti yang kita ketahui tentang Irian Jaya yang merupakan sebuah pulau dengan sumber daya alam yang melimpah disertai latar belakang budaya yang beraneka ragam. Berdasarkan data lapangan di Biak pada Desember 1995, artikel ini mendemonstrasikan bahwa wilayah Biak-Numfor memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang dapat digunakan untuk mengembangkan pariwisata. Lebih lanjut, penulis merangkai beberapa aspek yang melatarbelakangi budaya material masyarakat Biak yang disertai arti, fungsi dan alasan tradisi peninggalan nenek moyang kian menghilang. Artikel ini juga memberikan rekomendasi bagi masyarakat local dan pemerintah juga institusi sehingga mereka dapat merencakan dan membuat program pengembangan pariwisata.

Keywords


Budaya; material; pariwisata

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ajamisaba, D. C. 1994. “Kebinekaan Bahasa di Irian Jaya”, dalam Koentjaraningrat, dkk. Irian Jaya: Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: Djambatan hal. 119-135

Bachtiar, H. W. 1994. “Sejarah Irian Jaya” dalam Koentjaraningrat, dkk. Irian Jaya: Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: Djambatan hal. 44-96

Bohannan, Paul. 1963. Social Anthropology. New York-Chicago: Holt, Rinehart and Winston

Geertz, C. 1979. “Religion as Cultural System”, in Reader in Comparative Religion: An Anthropological Approach, eds. By Wiliam A. Lussa and Evon Z. Vogt. New Yrok-Philadelphia: Harper and Row, pp.78-89

Gunn, C. A. 1988. Tourisme Planning, 2nd edition. New York: Taylor and Francis

Haba, John. 1989. Koreri Movement in Irian Jaya. Perth: Department of Anthropology: unpublished paper

Heekeren. H. R. “Rock-Painting and Other Prehistoric Discoveries Near Maros (S. W. 1950 Celebes)”. Dalam: Laporan Tahunan Dinas Purbakala, Hal.26-48

Honingman, John J. 1976. The Development of Anthropological Ideas. Homewood, Ilinois: The Dorsey Press

Indonesia, Irian Jaya: Panduan Pariwisata Biak-Numfor, 1995. Biak: Dinas Pariwisata Dati II Biak-Numfor

Jay David-Julia Jay. 1991. Dictionary of Sociology Glasgow: Hamper Colins Manufacturing

Kamma, F. C. 1955. Kruis en Korwar. Den Hagg: Voorhor

______. 1972. Koreri: Messianic Movements in the Biak-Numfor Culture Area. The Hague: Nijhoff

Kamma, F. C. Koojiman. 1974. Romawa Forja. Child of the Fire. Leiden: E.J. Brill

Koentjaraningrat, 1983. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru

______. 1994. Dinamika dan Kebinekaan Penduduk. dalam: Koentjaraningrat dkk. Irian Jaya: Membangun Masyarakat Majemuk, hal. 97-118

Krober, A. L. 1948. Style and Civilization, in A.L Krober (ed) Anthropology: University of Publications.

Leeden, A.C van Der. 1980. The Raja Ampat Islands: A Mythological Interpretation. In E.K.M Masinambow (ed). Pp.217-246. Halmahera dan Raja Ampat: Konsep dan Strategi Penelitian. Jakarta: Lenas-LIPI. P.156

______. 1987. “Report on Anthropological Field Research, pp. 205-2014. In E.K.M Manisambouw (ed). Halmahera dan Raja Amat sebagai Kesatuan Majemuk: Studi-studi terhadap suatu daerah transisis. Jakarta: Buletin Leknas-LIPI, II (2)

Linton, Ralph. 1948. Antropologi: Suatu Penyelidikan tentang Manusia (terjemahan). Bandung: Jemars

Mamoribo,, J. 1965. Sejarah Ringkas Geraja Kristen Injil di Irian Barat. Sukamoupura: Kantor Pusat GKI

Mampiore, A. 1976. Mitologi dan Penghargaan Masyarakat Biak-Numfor. Jayapura: (Naskah yang tidak diterbitkan)

Mansoben, J. R. 1984. Ritus K’bor dalam masyarakat biak Numfor di Teluk Cendrawasih, dalam: Koentjaraningrat: dkk. Irian Jaya Membangun Masyarakat Majemuk, Jakarta: Djambatan, hal. 173-187

______. 1995. Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya. Jakarta-The Netherlands, Seri LIPI-RULL (5)

Mayalibit, M.S. 1986. Administrasi Pemerintahan Desa di Raja Amat, Daerah Tingkat II Sorong, Propinsi Dati I Irian Jaya. Surakarta: (Skripsi Sarjana), UNS

Ortner, Sherry, B. 1979. “On Key Symbols”, in reader Comparative Religion: An Anthropological Approach, eds. by William A, Lessa dan Evon Z, Vogt. New York – Philadelphia: Harper and Row, pp.92-98

Soejono, R.P. 1994. “Prasejarah Irian Jaya”, dalam Koentjaraningrat, dkk. Irian Jaya: Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: Djambatan, hal.23-43




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v1i1.702

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License