<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> KEHIDUPAN ORANG ASLI PAPUA DI DISTRIK TIOM SETELAH PEMEKARAN KABUPATEN LANNY JAYA | Sitorus | Jurnal Masyarakat dan Budaya

KEHIDUPAN ORANG ASLI PAPUA DI DISTRIK TIOM SETELAH PEMEKARAN KABUPATEN LANNY JAYA

Yannice Luma Marnala Sitorus

Abstract


Pembangunan pada era otonomi khusus di Papua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua dan sumber daya yang digunakan dalam pembangunan ini difokuskan pada sumber daya yang berasal dari luar Papua, terutama pada dana otonomi khusus dari pemerintah pusat. Sumber daya yang berasal dari dalam Papua sendiri, seperti misalkan modal sosial dan budaya orang asli Papua, cenderung diabaikan. Setelah sekian lama pelaksanaannya, pembangunan di sana masih belum banyak meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua terutama yang berada di wilayah pegunungan tengah di Papua. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan metode kualitatif (analisa deskriptif). Studi dilakukan pada orang asli Papua di Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, salah satu kabupaten di daerah pegunungan tengah. Hasil studi menunjukkan bahwa mulai ada perubahan sosial, budaya dan ekonomi orang asli Papua di Tiom setelah 9 tahun pembangunan yang intensif di sana atau sejak pemekaran Kabupaten Lanny Jaya dari Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2008 tetapi mereka belum berada pada tingkat peradaban yang setara dengan kelompok masyarakat pendatang di sana.

Keywords


orang asli Papua; sumber daya; peradaban

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Amien, A.Mappadjantji (2005) Kemandirian Lokal, Konsepsi Pembangunan, Organisasi, dan Pendidikan dari Perspektif Sains Baru. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Anderson, Bobby (2015) Papua’s Insecurity State Failure in the Indonesian Periphery, Policy Studies 73, Honolulu : East West Centre.

BAPPEDA Kabupaten Lanny Jaya (2017) Partisipasi Orang Asli Papua Dalam Pembangunan di Kabupaten Lanny Jaya 2017, Tiom : BAPPEDA Kab. Lanny Jaya.

BAPPEDA Kabupaten Lanny Jaya (2018) Lanny Jaya Dalam Angka 2017.

BPS Indonesia, 2011.

BPS Indonesia, 2014.

Bobi, Willem (2014) Meregenerasi Manusia Asmat, Nabire : Lembaga Pendidikan Papua.

Costa, Fabio Maria Lopes, Maksimus Lani Kerja Keras Petani Kopi Papua, Kompas, Selasa, 1 November 2016.

Diamond, Jared (2015) The World Until Yesterday (Dunia Hingga Kemarin), Apa yang Dapat Kita Pelajari dari Masyarakat Tradisional?, Jakarta : KPG.

Djojosoekarto, Agung, Rudiarto Sumarwono, Cucu Suryaman (2008) Kinerja Otonomi Khusus Papua. Jakarta: Kemitraan Bagi Pembaruan Tata Pemerintahan di Indonesia.

Djojosoekarto, Dr. Agung, dkk (2012) Nilai-Nilai Dasar Orang Papua Dalam Mengelola Tata Pemerintahan (Governance), Studi Refleksif Antropologis, Kemitraan Bagi Pembaruan Tata Pemerintahan, Yogyakarta: Centre for Learning and Advancing Experimental Democracy and Indonesia Forestry and Governance Institute.

Enembe, Lukas (2016) Papua Antara Uang dan Kewenangan, Jakarta:RMBOOKS.

Go M, Meity Fransisca (2014) Analisis Efisiensi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat , Tesisi, UGM, Yogyakarta.

Hall, Gillette and Harry Patrinos (2010), Chapter 1: Introduction, World Bank: Indigeneous Peoples, Poverty and Development Draft Manuscript.

Hettne, Bjorn, Etnicity and development-An elusive relationship, Journal Contemporary South Asia, Vol.2, 1993, Issue 2, p.123-149.

Jenks, Chris (2013) Culture Studi Kebudayaan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Kementerian PPN/BAPPENAS (2013) Masyarakat Adat di Indonesia: Menuju Perlindungan Sosial yang Inklusif. Jakarta: Direktorat Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat, Kementerian PPN/BAPPENAS.

Kementerian PPN/BAPPENAS (2015) Rencana Strategis Bidang Pemerintahan Desa. Rakornas Program Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Pusat dan Daerah Tahun 2015, Jakarta, Rabu/29 Juli 2015.

Koentjaraningrat dkk (1994) Irian Jaya Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: Djambatan.

Lauer, Robert H. (2003) Perspektif Tentang Perubahan Sosial, Jakarta: Rineka Cipta.

Melait, Meki (2017) “Eitaken Herek”: Hati Menurut Orang Huwula, Studi Budaya Nusantara, Vol.1 No.2 Desember 2017.

Materay, Bernarda (2012) Nasionalisme Ganda Orang Papua, Jakarta: Kompas.

Modouw, James (2013) Pendidikan dan Peradaban Papua : Suatu Tinjauan Kritis Transformasi Sosial, Yogyakarta : Bajawa Press.

Pigai, Benny Makewa (2011) Ekonomi Owaada Dimulai Dari Halaman Rumah Tiap Keluarga, Jayapura : Deiyai.

Reilly, Benjamin, State functioning and state failure in the South Pacific, Australian Journal of International Affairs, Vol. 58, No. 4,pp. 479–493, December 2004.

Sari, Yulia Indrawati, Harmein Rahman, dan Dewi Ratna Sjari Manaf ( 2011) Laporan Final Evaluasi PNPM RESPEK: Infrastruktur Pedesaan dan Kapasitas Kelembagaan. Bandung: Akatiga-Center for Social Analysis.

Sastradipoera, Komaruddin (2006) Strategi Pembangunan Sumber Daya Berbasis Pendidikan Kebudayaan, Bandung: Kappa-Sigma.

Semboari, Yakop (2012) Pemberdayaan Kampung Bidang Perumahan dan Infrastruktur Dasar (Konteks Program Respek Papua), Studi di Distrik Yapen Selatan Kabupaten Kepulauan Yapen di Papua, Tesis Program Studi Sosiologi, Universitas Gadjah Mada.

Soeprapto, Tedjo, Peran Kelompok Etnis Dalam Kepemimpinan Pada Pemda Provinsi Papua, Jurnal Aplikasi Manajemen, Vol.11 No.2, Juni 2013, ISSN: 1693-5241, hal.306-316.

Sugandi, Yulia (2013) The Notion of Collective Dignity among Hubula in Plaim Valley, Papua, Doctor Disertation, Westfälischen Wilhelms-Universität.

Suryawan, I Ngurah (2017) Papua Versus Papua, Yogyakarta : Labirin.

Suryawan, I Ngurah, Desain Besar Penataan Daerah Dan Dinamika Identitas Budaya di Provinsi Papua Barat, Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin, Vol. XXIII No. 3, 2014: 1-18.

Susilo, Rachmad K. Dwi (2012) Sosiologi Lingkungan, Jakarta : Rajawali Pers.

Throsby, David (2001) Economic and Culture. United Kingdom: Cambridge University Press.

Turua, Untung (2014) Model Pengembangan Kapasitas Ekonomi Petani Asli Papua Dalam Pembangunan Wilayah di Kabupaten Keerom, Disertasi Doktor, Institut Pertanian Bogor.

UNDP (2005) Community Livelihoods and Civil Society Organisations in Papua, Indonesia, A Snapshot y Local Non-Government Organisations.

Waimbo, Danny E. (2011): I Ngurah Suryawan, ed., (2011) Tanah Papua di Garis Batas, Perspektif, Refleksi dan Tantangan, Malang: Setara Press, hal.70-81.

Wetipo, Wempi, dan Marthen Medlama (2015) Gunung versus Pantai, Dalam Perspektif Nilai-Nilai Hidup Bersama, Yogyakarta: asdaMEDIA.

Woolcock, Michael, and Deepa Narayan, Social Capital: Implications for Development Theory, Research, and Policy, World Bank Research Observer, Vol.15 (2), 2000.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v20i3.698

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License