<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> Prospek Kampung Naga Menjadi Desa Adat | Illiyani | Jurnal Masyarakat dan Budaya

Prospek Kampung Naga Menjadi Desa Adat

Maulida Illiyani

Abstract


Abstrak
Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya. Salah satunya dikaitkan dengan gerakan pemertahanan cara hidup tradisional yang seringkali dianggap “tidak sesuai” dengan mayoritas masyarakat. Disisi lain, Indonesia adalah negara hukum yang harus dijamin eksistensinya dengan kepastian. Kampung Naga adalah sekumpulan warga yang hingga saat ini masih mempertahankan cara hidup tradisionalnya. Salah satunya adalah dengan tidak memperkenankan benda-benda modern untuk masuk wilayahnya seperti listrik dan kompor gas. Melihat fakta tersebut, kemudian muncul pertanyaan, Bagaimana Kampung Naga mampu bertahan dengan pilihan tradisionalnya tersebut ditengah perubahan zaman? Dan bagaimana prospek Kampung Naga untuk menjadi desa adat? Tulisan ini dibuat dengan mengkombinasikan antara literatur dan wawancara. Kuncen sebagai tetua adat menjelaskan bahwa benturan dengan berbagai macam era tidak bisa dihindari. Sehingga muncul slogan bahwa warga Kampung Naga “Berfikir Intelektual, Berwawasan Global, Namun Tetap Melangkah Lokal”. Pilihan ini semakin kuat eksistensinya, karena pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempersilahkan dengan tidak meng-intervensi Kampung Naga melalui kebijakan yang bertentangan dengan kearifan lokal Kampung Naga. Namun prospek Kampung Naga menjadi desa adat sebagaimana yang ditetapkan oleh UU Desa mengandung beberapa hambatan. Jumlah warga Kampung Naga adalah 305 jiwa, masih sangat jauh dari standar minimal jumlah penduduk dalam pembentukan desa baru di wilayah Jawa yaitu 6000 jiwa.

Keywords


Kampung Naga, Pilihan Hidup Tradisional, Perubahan, Desa Adat

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Dinas pariwisata dan kebudayaan, “Gambaran Umum kampung Adat “Kampung Naga” Kabupaten Tasikmalaya”, Tasikmalaya. Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan. 2015,”Pesona Wisata Dan Budaya Kabupaten”, Tasikmalaya.

Herdiyanto, Andik. “Mengenal Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Dalam http://indonesia-escrights-net.blogspot.co.id/2009/08/mengenal-kovenan-internasional-tentang.html

Indonesia, “Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan peraturan pelaksanaan”. Fokusindo Mandiri. Bandung.

Indonesia, “Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 Tentang Kovenan Internasional Hak Ekonomi, Sosial Dan Budaya”, website Hukum Online

Indonesia,”Peraturan Presiden No 11 Tahun 2015 tentang Kementrian Dalam Negeri”, website kemendagri

Indonesia,”Peraturan Presiden No 12 tahun 2015 tentang Kementrian Desa Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi”, website kemendes

Indonesia, “Peraturan Menteri Desa Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Kewenangan berdasarkan hak asal-usul dan kewenangan lokal berskala desa”, website kemendes.

Indonesia, “Peraturan Menteri Dalam Negeri No 52 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan masyarakat Hukum Adat”, website Kemendagri

Kurniawan, Budi. “Keterpaduan Regulasi Desa Dengan Peraturan Perundangan lain”.Dalam(https://kerjamembangundesa.wordpress.com/2015/11/19/keterpaduan-regulasi-desa-dengan-peraturan-perundangan-lain/). Diunduh tanggal 10 Agustus 2016

Mudzakkir, Amin. “Revivalisme Masyarakat Adat Dalam Politik Lokal Di Indonesia Pasca Soeharto: Studi Kasus Komunitas Kampung Naga Tasikmalaya”. Dalam Jurnal Masyarakat dan Budaya Volume 13 No 1 2011. Jakarta.

Lilis Mulyani, L., Kartika, J., Suganda, A., & Octaviana, S. (2015). Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (EKOSOB) Warga Negara dan pemenuhannya di tengah perubahan lokal, nasional dan global. Jakarta: PT Gading Inti Prima.

Tirto.id (2017). “Penetapan Desa Adat masih Terhambat Peraturan Daerah”. Dalam https://tirto.id/penetapan-desa-adat-masih-terhambat-peraturan-daerah-ckQS. (Akses tanggal 8 Desember 2017)

Zakaria, Yando “Workshop Penyusunan Panduan Teknis Fasilitasi Pebanguan Desa, Ditjen PPMD Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi”. Dalam http://pendampingdesa.or.id/rekoknisi-bangkitkan-desa-adat/. (Akses tanggal 8 Desember 2017)




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v20i1.588

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License