<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> Memahami Konsep Etnisitas di Perkotaan: Politik Inter-ruang di Kota Multikultural | Lan | Jurnal Masyarakat dan Budaya

Memahami Konsep Etnisitas di Perkotaan: Politik Inter-ruang di Kota Multikultural

Thung Ju Lan

Abstract


Tulisan ini membahas pemaknaan konsep etnisitas di perkotaan yang berbeda dengan konsep ‘kelompok etnik’ di perdesaan. Pemaknaan etnisitas di perkotaan, seperti dikatakan Hirschman, tidak terkait dengan sifat asalnya yang primordial, melainkan karena etnisitas menjadi dasar dari organisasi politik dan ekonomi di masa lalu dan masa kini yang dapat diproyeksikan ke masa depan. Perspektif Hirschman menjadi penting untuk memahami dinamika etnisitas di perkotaan yang diterjemahkan dan diartikulasikan melalui “strategi komunikasi dan diferensiasi yang sangat dinamis”, dan terkait erat dengan fungsi baru etnisitas sebagai sumber daya bagi proses negosiasi politik di perkotaan untuk membangun apa yang dikatakan Ojeda sebagai “skenario pengakuan baru oleh negara”; seperti pada kasus Pilkada 2017 yang sepertinya membelah masyarakat Jakarta atas dasar etnisitas (pribumi Islam-non-pribumi non-Islam). This article discusses the reinterpretation of urban ethnicity which differs to the concept of ethnic groups introduced by classical anthropologists. Urban ethnicity, as Hirschman suggested, could be defined as the foundation of economic and political organizations in the past and present which might be projected to the future; it is totally unrelated to its primordial characteristics. Hirschman’s perspective becomes significant to understand the dynamics of urban ethnicity which has been interpreted or articulated through “highly dynamic communication and differentiation strategies, when ethnicity works as a resource for political negotiation process in urban life to build what Ojeda called “new recognition scenario by the state”. The case of 2017 Regional Election of Jakarta Governor-Vice Governor -which is seen as dividing Jakarta people into indigenous Islams and non-indigenous non-Islams- might provide an interesting example of how to construe urban ethnicity in the present context

Keywords


Etnisitas; Perkotaan; Politik Identias; Pilkada Jakarta 2017;Urban Ethnicity; Urban Politics; Urban Management of Diversities; Jakarta Gubernatorial Election 2017

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Amin, Ash. 2002. “Ethnicity and the Multicultural City: Living with Diversity”. Report for the Department of Transport, Local Government and the Regions and theESRC Cities Initiative. Diunduh dari https://pdfs.semanticscholar.org/7e55/dfd8faa32dc221f3c41b37bb5bfb2c710031.pdf pada 2 Agustus 2017. crossref

Anonim. n.d. “Kebijakan Ekonomi, Program Benteng Tahun 1950-1957”. Bab IV, hal. 63-98. Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia. Diunduh dari http://a-research.upi.edu/operator/upload/s_ps_022903_chapter4(1).pdf pada 4 Januari 2018.

Bates, Robert H. 1999. ”Ethnicity, Capital Formation and Conflict”. Makalah yang dipresentasikan pada the festschrift conference for Myron Weiner, Sept 24–26. Kellogg Institute, University of Notre Dame. Diunduh dari http://theleder.com/docs/Misc/Bates_Ethnicity-Capital-Formation-and-Conflict.pdf pada 3 Januari 2018.

Fincher, Ruth. et.al. 2014. “Planning in the multicultural city: Celebrating diversity or reinforcing difference?”. Dalam Progress in Planning 92 (2014) 1-55 source:

Diunduh dari http://faculty.bemidjistate.edu/mlawrence/Fincher.pdf pada 20 Agustus 2017.

Hirschman, Charles. 1984. “Ethnic Diversity and Social Change in Southeast Asia”. Southeast Asian Studies – Options for the Future, The Wilson Center, March 1984. Diunduh dari https://faculty.washington.edu/charles/new%20PUBS/A46.pdf pada 27 Mei 2017.

Jacobson, David. 2009. “Urban Ethnicity, Abner Cohen, ed. (London:Tavistock, 1974)”. American Anthropologist Volume 81, Issue 2, Version of Record online: 28 OCT 2009, General and Theoretical, hal. 437-438. Diunduh dari http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1525/aa.1979.81.2.02a00900/pdf pada 28 Mei 2017.

Ojeda, Walter Alejandro Imilan. 2009. “Urban Ethnicity in Santiago de Chile: Mapuche Migration and Urban Space”. Disertasi Von der Fakultät VI - Planen Bauen Umwelt der Technischen Universität Berlin. Diunduh dari https://depositonce.tu-berlin.de/bitstream/11303/2479/5/Dokument_6.pdf pada 29 Mei 2017.

Prabowo, Hendro dan Agus Suparman. 2005. “Masalah Etnisitas dan Tata Ruang di Indonesia”. Dalam Proceeding Seminar Nasional PESAT 2005 (Auditorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agustus 2005; ISSN:18582559). Diunduh dari http://repository.gunadarma.ac.id/635/1/MASALAH%20ETNISITAS%20DAN%20TATA%20RUANG%20DI%20INDONESIA_UG.pdf pada29 Mei 2017.

Triwahyuni, Dewi. n.d. “Perubahan Kebijakan Keamanan Amerika Serikat Pasca 11 September 2001 Untuk Kawasan Asia Tenggara”. Diunduh dari https://repository.unikom.ac.id/30659/1/bu-dewi-triwahyuni.pdf pada 4 Januari 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v19i3.534

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License