<-- "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> STRATEGI ADAPTASI NELAYAN DESA TANJUNG BERAKIT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM | Sudiyono | Jurnal Masyarakat dan Budaya

STRATEGI ADAPTASI NELAYAN DESA TANJUNG BERAKIT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM

Sudiyono Sudiyono

Abstract


Climate change as a consequence of global warming has been discussed nationally, regionally and internationally. Most of the people, inclusing academicians, NGO activists, government as the policy makers, put great concerns on the impact of climate change. Indonesia as an archipelagic state consisting of 17000 islands with 81.000 km coastline has a high level of vurnerability. The fishermen is one the most vulnerable ones. This paper aims to draw the ways of Tanjung Berakit fishermen in Bintan-Riau islands in facing climate change in the recent days. The data were gathered qualitatively through interviews, observations and limited discussion with the fishermen as well as the related stakeholders. Result shows that they are very vulnerable to various environmental changes. They are also vulnerable because of low level health, education and skill, as well as lack of information, financial and means of production accesses; therefore, they have low capacity for adapting. In fact, they create their own adaptation strategies, including optimizing nonfisheries products, developing any grants and programs provided by the government or other stakeholders, as well as using their traditional networks to fulfill their basic needs. Keywords: fishermen, adaptation, climate change Perubahan iklim (climate change) sebagai dampak dari pemanasan global (global warming), telah menjadi bahan pembicaraan di berbagai forum, baik di tingkat nasional, regional, maupun di tingkat internasional. Dampak luas perubahan iklim terhadap kelangsungan hidup makluk di bumi, telah menarik perhatian orang dari berbagai kalangan masyarakat, para akademisi, pegiat lingkungan yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pejabat pemerintah terkait yang terlibat dalam perumusan kebijakan. Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari 17000 pulau dan panjang pantai 81.000 km, memiliki tingkat kerentanan yang tinggi. Komunitas nelayan adalah salah satu kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Pertanyaannya, bagaimana strategi nelayan Tanjung Berakit Bintan Kepulauan Riau menghadapi perubahan iklim yang terjadi pada tahun-tahun terakhir ini? Penelitian terhadap masalah itu dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, pengamatan dan diskusi terbatas kepada para nelayan dan para pihak lain yang terlibat dalam kehidupan para nelayan di Tanjung Berikat itu. Penelitian telah menemukan bahwa kehidupan mereka sangat rentan terhadap berbagai bentuk fenomena perubahan lingkungan. Mereka juga memiliki tingkat kerentanan yang tinggi akibat berbagai keterbatasan yang membelit dirinya, seperti rendahnya tingkat kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan, terbatasnya akses informasi yang dapat menolong dirinya, terbatasnya modal finansial, terbatasnya kepemilikan dan penguasaan aset produksi, kesemuanya telah berkontribusi terhadap rendahnya kemampuan adaptasi nelayan. Berbagai strategi menghadapi kerentanan itu dilakukan dengan cara, yaitu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya laut selain ikan, mengembangkan secara maksimal bantuan dan program yang diberikan pihak pemerintah dan pihak lain, dan memanfaatkan jaringan tradisional dalam menjaga pemenuhan kebutuhan mereka mereka, walaupun masih sebatas pemenuhan kebutuhan pokok. Kata kunci: nelayan, adaptasi, perubahan iklim

Full Text:

PDF

References


Anonim. (2015). Profil Desa Tanjung Berakit, 2015.

-----------. (2015). Monografi Desa Tanjung Berakit, 2015.

-----------. (2015). Laporan Tahunan 2015, UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan.

Barnett, Jon. (2001). Adapting to Climate Change In Pacific Island Countries the Problem of Ancertainty, World Development, 29 (6).crossref

Chambers, Robert. (1987). Pembangunan Desa Mulai Dari Belakang, LP3ES, Jakarta.

Dedy Supriadi Adhuri, dkk. (2014). “Membangun Dari Bawah: Strategi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Komunitas Pesisir”, dalam Membangun Strategi Adaptasi Perubahan Iklim, Pusat Penelitian Geoteknologi–LIPI, Bandung.

Gallopin, Gilberto C. (2006). Linkages Between Vulnerability, Resilience and Adaptive Capacity, Global Environmental Change 16.crossref

IPCC. (2007). Climate Change 2007 Sinthesis Raport. Contributions of Warking Groups I, II, and III to the Fourth Asessment Report of the Intergavermental Panel On Climate Change. IPCC, Geneva, Switzerland.

IPCC–TGICA. (2007). General guidelins on the use of scenario data for climate impact and adaptation assessment. Version, 2 Prepared by. T.R Carter on behalf of the intergovernmental Panel on Climate Change, task Group on Data and Scenario Support for Impact and Climate Assessment. http://bakohumas.kominfo.go.id/news.php?id=1 000, diakses 25 September 2016.

Kusnadi. (2002). Adaptasi dan Jaringan Sosial. Bandung: Humaniora Press.

Rachmawati, Laksmi & Purwaningsih, Srisunarti. (2014). “Indikator Sosial untuk Memahami Pengarusutamaan Adaptasi Untuk Peningkatan Resiliensi Pulau-Pulau Kecil, dalam Membangun Strategi Adaptasi Perubahan Iklim. Bandung: Pusat Penelitian Geoteknologi–LIPI.

Loekman, Soetrisno (1995). “Substansi Masalah Kemiskinan dan Kesenjangan”, dalam Kemiskinan dan Kesenjangan di Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Aditya Media.

Mertz, Ole. (2009). Adaptation to Climate Change in Developing Countries, Environmental Management.crossref

Mubyarto. (1984). Nelayan dan Kemiskinan, Rajawali Press, Jakarta.

National Research Council. (2008). “Understanding and Responding to Climate Change: Hilighlights of National Academis Reports", 2008 Editions, The National Academies, dalam http://www, tribesandclimatechange.org/documents/ nccc.20110504229.pdf, diakses 29 September 2016.

Satria, Arif. (2002). Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta: PT. Pustaka Cidesindo.

Sccot, James C. (1981). Moral Ekonomi Petani:Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Zalaziewicz, T, M. J. Williams, M. (2009). “A Geological History of Climate Change“, dalam Letcher, T.M. (ed) Climate Change: Observed Impact on Planet Earth, Chap. 6. Amsterdam & Oxford: Elesvier.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/jmb.v18i2.415

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

Jurnal Masyarakat dan Budaya

Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KK-LIPI)
Research Center for Society and Culture - Indonesian Institute of Sciences
Widya Graha Lantai VI & IX
Jl. Jend. Gatot Subroto No.10 Jakarta Selatan
12710

  • ISSN 1410-4830 (print)
  • e-ISSN 2502-1966 (online)
  • Accreditation : No. 21/E/KPT/2018 (Kemenristekdikti)
  • Creative Commons License
    This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License