Announcements

CALL FOR PAPERS

JURNAL MASYARAKAT DAN BUDAYA

Vol. 17 No. 3 Tahun 2015

Transformasi Media dan Perubahan Masyarakat Indonesia

 

Modernitas menjadi bagian tak terelakkan untuk Indonesia, khususnya pengaruh media yang sudah membadan dalam aktivitas keseharian masyarakat. Dalam konteks sejarah, ini ditandai dengan munculnya berbagai surat kabar. Misalnya, Medan Priyayi, yang digunakan untuk mengungkapkan kegelisahan sekaligus kesadaran nasionalisme. Selain itu, dalam fase selanjutnya, radio digunakan sebagai alat perjuangan yang mengiringi tumbuhnya gerakan nasionalisme di berbagai daerah. Hal yang sama juga terjadi pada televisi, yaitu Televisi Republik Indonesia (TVRI). Tujuan awal didirikan, TVRI digunakan untuk menumbuhkan nasionalisme, yaitu  dengan menayangkan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 serta Asian Games ke-4 pada tahun 1962. Akhir abad ke-20, media baru hadir dengan membuka ‘ruang baru’ yang memungkinkan masyarakat berdiskusi dalam rezim otoriter Orde Baru. Berbeda dengan media massa yang bersifat searah, media baru menawarkan konsep komunikasi interaktif, di mana  masyarakat tidak saja menjadi konsumen, tetapi juga berperan aktif dalam produksi pesan. Tidak saja menjadi alat perjuangan, media tersebut mengisi ruang sehari-hari dari kehidupan masyarakat dengan menyajikan hiburan, pendidikan, informasi, maupun ruang pembentukan identitas. Bahkan, media baru menawarkan kemungkinan bagi setiap individu untuk merepresentasikan dirinya sendiri.

 

Jurnal Masyarakat dan Budaya Volume 17 Nomor 3 Tahun 2015 mengundang pengiriman artikel jurnal yang mendiskusikan tentang transformasi media dan perubahan bagi masyarakat Indonesia, baik kajian teoretis maupun empirik. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat dikaji (meskipun tidak membatasi) antara lain:

  1. Bagaimana media digunakan sebagai alat perjuangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa?
  2. Bagaimana industri media mengejewantahkan kehidupan masyarakat Indonesia?
  3. Bagaimana masyarakat Indonesia memaknai kehadiran media dalam kesehariannya?
  4. Sejauh mana masyarakat Indonesia melekatkan ruang (identitas) dalam jaringan (daring/online) dengan ruang (identitas) di luar jaringan (offline)?
  5. Bagaimana posisi pemerintah dengan berbagai kebijakan medianya, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global?
  6. Bagaimana kajian media berkembang, khususnya dalam konteks Indonesia?

 

PENGIRIMAN NASKAH ARTIKEL

Naskah artikel harus ditulis tidak lebih dari 10.000 kata (termasuk daftar pustaka). Naskah harus mencantumkan judul, abstrak, dan kata kunci dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris. Kutipan dan daftar pustaka ditulis dengan menggunakan standar APA. Naskah harus diterima oleh redaksi paling lambat pada 1 September 2015 ke masyarakat_budaya@yahoo.co.id.

 

KONTAK

Djoko Kristijanto (j_kristijanto@yahoo.com)

Anggy Denok Sukmawati (bluedandelion23@gmail.com)

Aulia Hadi (aulia.hadi.mulyo@gmail.com)